Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pupuk Kaltim. Foto: Perseroan.

PT Pupuk Kaltim. Foto: Perseroan.

Pupuk Kaltim Matangkan Rencana IPO di Semester I-2022

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:26 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - PT Pupuk Indonesia (Persero) tengah mematangkan persiapan anak usahanya PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim dalam melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham pada semester I-2022. Di mana, target dana yang diincar diprediksi akan cukup fantastis.

Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruky mengatakan, pelaksanaan IPO fleksibel bergantung pada kondisi pasar, namun dipastikan akan berlangsung dalam semester I tahun depan. Untuk target dananya juga akan disesuaikan dengan proyek strategis yang sedang dipersiapkan.

“Untuk range nilainya kami masih terbuka, akhir tahun ini sudah lebih jelas angkanya. Tapi, kalau bicara kisaran proyek-proyek itu satu pabrik amonia bisa Rp 6-7 triliun, ada juga beberapa pabrik yang akan kita investasi baik sendiri mau joint venture. Jadi, still work in progress, but it will be significant seperti saran dari para sekuritas bahwa ini akan jadi IPO yang signifikan saat ini,” ujarnya dalam SWA 100 & Indonesia Trillionaire Club: Winning Strategy to Boost Shareholder Value and How to Become Smart Investor, baru-baru ini.

Adapun, penggunaan dana IPO, mayoritas akan dialokasikan untuk pengembangan kapasitas produksi untuk memenuhi pasar ekspor komersial maupun pupuk bersubsidi dengan teknologi baru. Pupuk Kaltim juga akan mendekati sumber gas alam di Indonesia timur sebagai langkah perseroan untuk mengurangi karbon emisi. ‘ESG (environmental, social, and governance) kami juga punya strategi untuk ke sana,” tambah Panji.

Secara terpisah, Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengatakan, dana IPO dibutuhkan mengingat kebutuhan investasi perseroan hingga US$ 2,5 miliar atau setara Rp 35,9 triliun dalam 5 tahun ke depan. Pasalnya, untuk mengembangkan pabrik amonia urea di Bintuni setidaknya membutuhkan hingga US$ 2 miliar dan sisanya untuk pengembangan pabrik perseroan di Bontang, Kalimantan Timur.

Di Bintuni perseroan akan memproduksi Methanol dengan kapasitas 1 juta ton per tahun dan pupuk urea dengan kapasitas 1,15 juta ton per tahun.

Adapun untuk sumber dana, Rahmad menyebut senilai US$ 500 juta bisa dicukupi dari kas perseroan.

Sementara untuk US$ 2 miliar ini yang masih dipertimbangkan mengingat jika bersumber dari hutang dinilai akan sangat berisiko.

"Jadi kami buka berbagai peluang mungkin strategic partnership atau IPO yang tentu terus kami jajaki," ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN