Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Surya Citra Media, salah satu anak usaha Emtek. Foto: Perseroan.

Surya Citra Media, salah satu anak usaha Emtek. Foto: Perseroan.

Kenaikan Belanja Iklan Topang Pertumbuhan Surya Citra Media

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:35 WIB
Muawan Daelami

JAKARTA, Investor.id - PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), diprediksi lanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan hingga akhir tahun. Penguatan ditopang peningkatan permintaan belanja iklan dan berlanjutnya kenaikan bisnis digital media perseroan.

Analis Henan Putihrai (HP) Financials Steven Gunawan menyebutkan, perusahaan-perusahaan perlu mengeluarkan belanja iklan untuk menjaga tingkat brand awareness produk-produk setelah kasus covid-19 terkendali. Penguatan brand juga bagian dari kian ketatnya tingkat persaingan pada industri fast moving consumer goods (FMCG).

Selain itu, dia berpandangan, bisnis media digital yang dikembangkan Surya Citra sudah berada di jalur pertumbuhan positif, karena eksistensinya sebagai akselerator industri digital di Indonesia. "Dengan demikian, kami memperkirakan permintaan belanja iklan tetap kuat menopang pendapatan Surya Citra Media," tulis Steven dalam risetnya, Selasa (26/10).

Menurut Steven, bisnis media digital perseroan telah berkontribusi 12% terhadap total pendapatan Surya Citra atau meningkat dua kali lipat dari sebelumnya hanya 6% pada kuartal IV-2019. Ke depan, perseroan diperkirakan dapat menjaga momentum kuatnya pertumbuhan bisnis media digital.

Berlanjutnya pertumbuhan bisnis media digital didorong ekosistem bisnis media digital online diestimasikan meningkat hingga menyentuh Rp 515 triliun dalam 9 tahun ke depan. Kemudian, potensi pasar yang besar, yakni 38% dari populasi Indonesia didominasi generasi-Z dan milenial yang lebih menggemari teknologi digital.

Begitu juga dengan tingkat penetrasi internet Indonesia yang tergolong masih rendah hanya 74%, dibandingkan Malaysia sebesar 84%. Apalagi hingga kini, Kapanlagi Youniverse memiliki 100 juta pengguna aktif bulanan dan Vidio sebesar 72 juta pengguna.

"Kami memproyeksikan pendapatan 21/22F dari bisnis media digital mencapai Rp 735 miliar/ Rp 810 miliar, dibandingkan posisi akhir tahun 2020 senilai Rp 419 miliar," imbuhnya.

Apalagi, SCTV dan Indosiar sekarang ini memiliki total pangsa pasar sebesar 29%. Serial drama dan FTV serta kontes musik dan infotainment masih menjadi pilar penopang pangsa pasar SCTV dan Indosiar.

Keduanya, terbukti berkontribusi 86% dari total pendapatan SCMA atau turun jika dibandingkan kuartal I-2020 sebesar 94% yang dikontribusikan dari kenaikan signifikan bisnis media digitalnya. "Kami mengestimasikan, total pendapatan 21/22F dari pendapatan iklan bertumbuh sekitar 6,5% atau 11% menjadi Rp 6,2 atau Rp 6,8 triliun dari hanya Rp 5,7 triliun pada 2020," tutur Steven.

Meski kinerja keuangan tren tumbuh, Henan Putihrai menyebutkan bahwa harga saham SCMA di pasar sudah tergolong mahal. Hal ini didasarkan valuasi yang telah mencerminkan rasio EV/EBITDA 21/22F sekitar 15,9/14,0x, dibandingkan valuasi saham MNCN yang masih diperdagangkan pada level rasio EV/EBITDA 21/22F berkisar 4,2/3,9x. "Kami juga berpendapat bisnis media digital SCMA saat ini bertumbuh 71% secara yoy, lebih inferior, dibandingkan bisnis media digital MNCN dengan pertumbuhan 117% secara yoy," jelasnya.

Oleh Karena itu, dirinya menginisiasi rekomendasi hold atas saham SCMA dengan target harga saham Rp 2.200. Target tersebut mengimplikasikan EV/EBITDA 21/22F sekitar 16,9/14,9x.

Baru-baru ini, Surya Citra mengumumkan pelaksanaan program buyback saham. Bahkan, perusahaan telah mengalokasikan Rp 200 miliar untuk pembelian kembali saham hingga 12 November 2021. Berdasarkan, RUPSLB terakhir, pemegang saham telah menyetujui rencana aksi stock-split dengan rasio 1:5.

Di samping rencana buyback saham, Steven menyampaikan, implementasi UU Cipta Kerja akan mendorong perusahaan media untuk melakukan migrasi dari analog ke digital. Pemerintah merencanakan migrasi tersebut dimulai pada April 2022 dan dijadwalkan selesai pada November 2022.

"Kami memperkirakan, akan ada tambahan belanja modal yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur siaran digital. Di sisi lain, kami optimistis adopsi teknologi digital akan memberikan efisiensi operasional dalam jangka panjang," papar Steven.

Ditambah, pemerintah juga mendukung proses migrasi dengan menyediakan Set Top Box (STB) gratis bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Karenanya, dia memprediksikan marjin laba operasional 22-23F SCMA meningkat menjadi 30,9% dari 28,6% pada 2020.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN