Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Data Center. Foto: IST

Ilustrasi Data Center. Foto: IST

Indosat Dikabarkan bakal Lepas 75% Saham Data Center ke Bdx Hong Kong

Selasa, 26 Oktober 2021 | 22:59 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Indosat Tbk (ISAT) dikabarkan bakal melepas 75% sahamnya di bisnis data center kepada penawar yang berbasis di Hong Kong, yaitu Big Data Exchange (BDx). Nilai saham tersebut ditaksir mencapai US$ 200-250 juta.

“BDx, platform pangkalan data yang dimiliki I Squared Capital, tampil sebagai penawar favorit setelah berhasil menekuk penawar lain,” kata sumber yang dikutip Bloomberg, Selasa (26/10).

Indosat disebut-sebut berencana mempertahankan saham minoritas di bisnis data center. Karena itu, Indosat dan BDx bersiap menandatangani periode eksklusif untuk menuntaskan rincian kesepakatan pada pekan ini. Namun, sumber lain mengatakan, keduanya masih menimbang-nimbang bahkan pembicaraan mengenai transaksi tersebut bisa saja tak berjalan sesuai harapan.

“Dalam menghadapi peningkatan permintaan layanan data center, Indosat sedang dalam proses mencari mitra strategis untuk memperkuat layanannya,” kata juru bicara tanpa keterangan lebih lanjut. Sementara itu, perwakilan I Squared dan Ooredoo menolak memberikan komentar, begitu juga dengan Bdx.

Sebelumnya, Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Ltd menandatangani kesepakatan transaksi definitif untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi di Indonesia, yaitu Indosat dan PT Hutchison 3 Indonesia. Nilai transaksi merger yang menghasilkan perusahaan gabungan bernama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk ini mencapai US$ 6 miliar atau setara Rp 85,5 triliun. Penggabungan ini diperkirakan selesai pada akhir 2021.

JP Morgan bertindak selaku penasihat keuangan eksklusif untuk Ooredoo Group. Goldman Sachs & Co serta HSBC bertindak selaku penasihat keuangan gabungan untuk CK Hutchison. Sedangkan Barclays bertindak sebagai penasihat keuangan untuk Indosat Ooredoo.

Sementara itu, Indosat telah mengumumkan kehadiran layanan 5G komersial di Jakarta, belum lama ini, setelah sebelumnya diluncurkan pertama kali di Kota Solo, Jawa Tengah, pada akhir Juni lalu.

Tujuannya untuk mendukung revolusi 5G di Indonesia, mempercepat transformasi digital, dan mewujudkan visi kota pintar Jakarta. Indosat juga berencana untuk memperluas peluncuran komersial layanan 5G ke kota besar lain, termasuk Surabaya, dan Makassar, dengan permintaan layanan data yang tinggi.

Layanan 5G perseroan akan memberikan akses internet broadband seluler yang lebih baik bagi pelanggan konsumen dan bisnis. Seiring dengan itu, Indosat juga ingin membantu percepatan pemulihan ekonomi Jakarta serta mendukung era Industri 4.0.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN