Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF). Foto: Perseroan.

PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF). Foto: Perseroan.

Saraswanti Optimistis Capai Target Penjualan Rp 1,8 Triliun

Rabu, 27 Oktober 2021 | 19:04 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id – PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) optimistis mampu mencapai target penjualan tahun 2021 sebesar Rp 1,8 triliun. Optimisme tersebut sejalan dengan penambahan kapasitas produksi menjadi 600 ribu ton tahun ini di tengah naiknya kebutuhan pupuk, seiring tren kenaikan harga komoditas terutama minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Direktur Utama Saraswanti Anugerah Makmur Yahya Taufik mengungkapkan, setelah dua tahun terdampak pandemi Covid-19, kebutuhan pupuk di sektor perkebunan mulai kembali meningkat, karena terdongkrak oleh harga komoditas terutama CPO yang mulai merangkak naik sejak akhir 2020 dan berlanjut tahun ini. Pada saat yang sama, perseroan mulai mengoperasikan penambahan kapasitas produksi 160 ribu ton dari dua line, yaitu satu line di Sampit, Kaltim dan satu line di Medan, Sumut. Saat ini, utilitas dua line tambahan kapasitas tersebut sudah mencapai 80%.

Meningkatnya kebutuhan pupuk dan penambahan kapasitas produksi itu mampu mendongkrak kinerja perusahaan hingga kuartal III-2021. Penjualan tumbuh 25,5% dan laba naik 29,7%. “Pertumbuhan ini membuat kami optimistis dapat meraih target penjualan tahun ini sebesar Rp 1,8 trliun atau tumbuh 31,5% dibandingkan tahun lalu. Sampai September 2021, realisasinya sudah Rp 1,25 triliun. Kami yakin kurang Rp 550 miliar akan bisa dipenuhi pada kuartal terakhir ini,” kata Yahya di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/10).

Optimisme itu dilandasi hasil kontrak yang telah dicapai pada semester II tahun ini dari sejumlah perusahaan perkebunan sawit ternama, yang masing-masing kontraknya di atas 10 ribu ton. Selama ini, sebesar 95% produk perseroan diserap oleh perkebunan, terutama sawit.

Yahya menegaskan, pada kuartal III-2021, laba tahun berjalan perseroan meningkat 29,7% dibandingkan periode sama 2020. Bila kuartal III-2020 sebesar Rp 75,35 miliar, maka kini laba perseroan mencapai Rp 97,73 miliar. “Sampai akhir tahun ini, pertumbuhan profit kami targetkan 38% atau sekitar Rp 160 miliar,” ungkapnya.

Di sisi lain, sebagai upaya untuk meningkatkan kepuasan konsumen, Saraswanti Anugerah Makmur terus memperkuat divisi R&D, sehingga produk yang disuplai kepada para konsumen terjamin kualitasnya. Proses sosialisasi dan kawalan teknis aplikasi pupuk dilaksanakan secara intensif, sehingga para konsumen dapat memperoleh hasil yang maksimal.

Menurut Yahya, peningkatan kebutuhan pupuk pada semester II akan lebih tinggi dibandingkan semester sebelumnya. Karena itu, perseroan telah meningkatkan stok bahan baku hingga 30%. Upaya ini sekaligus untuk mengantisipasi kendala logistik global akibat imbas pandemi.

Peningkatan kebutuhan pupuk diperkirakan hingga semester I-2022. Untuk itu, perseroan telah menyiapkan tambahan kapasitas produksi pabrik di Mojosari, Mojokerto sebanyak 100 ribu ton dengan dana capex sebesar Rp 60 miliar.

“Penambahan kapasitas tersebut akan beroperasi pada Mei 2022 dan saat itu kapasitas produksi kami menjadi 700 ribu ton per tahun. Itulah kesiapan kami menyongsong meningkatnya kebutuhan pupuk, terutama di kawasan timur Indonesia yang kami perkirakan dari sekarang 20% akan naik hingga 30-40% di masa mendatang,” pungkasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN