Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek Wijaya Karya. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal

Salah satu proyek Wijaya Karya. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal

Dukungan untuk Wika di Proyek Kereta Cepat

Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:13 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Keputusan pemerintah untuk ikut membiayai proyek kereta cepat (high speed rail/HSR) Jakarta-Bandung menjadi dukungan positif bagi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Perseroan juga didukung oleh segmen konstruksi di dalam negeri yang mulai pulih.

Adapun keputusan Wika menunda rencana IPO saham dua anak usahanya, yaitu PT Wika Realty dan PT Wika Rekayasa Konstruksi menjadi tahun 2023 dinilai sebagai keputusan tepat oleh kalangan analis. Apalagi, total dana yang dibidik dari aksi korporasi tersebut bernilai Rp 3-4 triliun.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, pemerintah telah menerbitkan Perpres No 93 Tahun 2021 yang membuka kemungkinan pemerintah untuk ikut serta mendanai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Keterlibatan pemerintah untuk membiayai proyek tersebut memang bisa berdampak pada perubahan kepemilikan saham anggota konsorsium, termasuk potensi dilusi kepemilikan saham Wika, setelah menugaskan PT KAI sebagai pemimpin konsorsium,” tulis dia dalam risetnya.

Harga saham WIKA dalam satu dekade terakhir
Harga saham WIKA dalam satu dekade terakhir

Menurut Maria, pemerintah juga telah menugaskan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan untuk mengawasi langsung proyek kereta cepat.

“Dengan penugasan dan pendanaan tersebut, pembangunan proyek kereta cepat diharapkan berjalan lebih cepat, sehingga berdampak positif terhadap Wika,” jelas dia.

Selain itu, Wika akan mendapatkan kontrak senilai Rp 15,5 triliun untuk pengerjaan proyek tersebut atau setara dengan 30% dari total kontrak. Sisanya dibagi kepada 6-7 kontraktor asal Tiongkok.

Wika telah menyuntikkan dana senilai Rp 1,7 triliun sebagai ekuitas di proyek tersebut dan pinjaman pemegang saham senilai Rp 4,6 triliun. Progres pembangunan proyek ini telah mencapai 77,9% dan progres pengerjaan yang telah dirampungkan Wika sudah mencapai 82%.

Proyek tersebut ditargetkan tuntas pada pertengahan 2022 dan pengoperasian ditargetkan akhir tahun 2022.

“KCIC sedang menghitung secara resmi tambahan biaya dan cara membiayai proyek. Hingga kini, sekitar 75% proyek tersebut dibiayai dari pinjaman dan angkanya diperkirakan meningkat, seiring dengan peningkatan nilai investasi,” ungkap Maria.

Salah satu proyek Wijaya Karya. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono
Salah satu proyek Wijaya Karya. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham WIKA dengan target harga Rp 1.400. Sentimen positif pergerakan saham perseroan berasal dari dukungan pemerintah untuk pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan peluang penurunan jumlah saham perseroan di proyek tersebut.

Adapun laba bersih Wika tahun ini diperkirakan naik menjadi Rp 274 miliar dibandingkan raihan tahun lalu sebanyak Rp 186 miliar. Pendapatan perseroan juga diperkirakan bertumbuh dari Rp 16,53 triliun menjadi Rp 22,81 triliun.

Sedangkan laba per saham diperkirakan meningkat dari Rp 20,7 menjadi Rp 30,5.  Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Andreas Kristo Saragih mengungkapkan, kinerja keuangan Wika akan meningkat dalam tiga tahun mendatang.Ekspektasi ini didukung oleh pertumbuhan dua digit pada kontrak baru dan tingkat burn rate yang cenderung pulih secara bertahap.

“Kami juga memberikan pandangan positif kepada Wika atas keterlibatan pemerintah dalam penyelesaian masalah cost overrun pada proyek kereta cepat Jakarta- Bandung, potensi kerugian operasional pada tahap awal operasi kereta cepat, dan keputusan project owner yang menunda spending,” tulis Andreas dalam risetnya.

Ringakasan kinerja keuangan Wijaya Karya
Ringakasan kinerja keuangan Wijaya Karya

Mengenai kontrak baru, tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) Wika dapat mencapai 23,3% hingga tahun 2023. Peningkatan bakal ditopang oleh kontrak baru dari BUMN seperti Pertamina, Pelindo, PLN, dan Angkasa Pura yang mulai kembali mengalokasikan belanja modalnya pada tipe-tipe pekerjaan yang menjadi spesialisasi Wika.

“Kami juga mengestimasi beberapa kontrak baru tahun 2022-2023 akan berasal dari proyek infrastruktur Ibu Kota baru,” jelasnya. Wika juga akan didukung oleh kemampuan untuk mendapatkan tambahan kontrak baru senilai Rp 15 triliun pada kuartal IV-2021.

Angka tersebut mempertimbangkan nilai tender yang sedang diikuti perseroan sebesar Rp 24 triliun dan perkiraan tender yang akan dirilis pemerintah dan BUMN pada kuartal IV-2021 sebesar Rp 15-20 triliun.

Sejumlah tender proyek yang sedang diikuti Wika, yaitu  proyek pembangunan jalan tol, smelter, gedung, bendungan, dan irigasi. Samuel Sekuritas merekomendasikan beli saham WIKA dengan target harga Rp 1.440. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE sekitar 42,8 kali pada 2022. Target harga tersebut juga menggambarkan peningkatan kinerja keuangan secara perlahan dalam beberapa tahun mendatang hingga akhirnya bisa menyamai pencapaian beberapa tahun lalu.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN