Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso

Kepala Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso

OJK: Kepercayaan Investor terhadap Pasar Modal Indonesia Mulai Meningkat

Senin, 1 November 2021 | 05:03 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, kepercayaan investor mulai meningkat terhadap pasar modal Indonesia. Hal ini seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia yang terus membaik serta penanganan penyebaran pandemi Covid 19.

“Kami juga mencatat ada pergeseran preferensi investor asing dari Surat Berharga Negara (SBN) ke pasar modal Indonesia, yang menggambarkan kepercayaan investor terhadap prospek pemulihan ekonomi Indonesia,” kata Wimboh dalam acara Capital Market Day di London, Inggris akhir pekan lalu.

Dalam acara itu, hadir pula Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan. Luhut mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh positif 7,07% year on year (yoy) pada kuartal II-2021 dan pemerintah memperkirakan hingga akhir tahun pertumbuhan mencapai 3,7– 4,5%.

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi ini seiring dengan peningkatan permintaan domestik yang cukup signifikan. Menurut Luhut, permintaan domestik menjadi sumber utama perbaikan kinerja PDB dengan seluruh komponen sisi permintaan menunjukkan pertumbuhan yang solid, terutama komponen konsumsi rumah tangga dan pemerintah.

Luhut juga menyampaikan kasus lonjakan Covid-19 dan pembatasan mobilitas yang ketat dimulai pada akhir kuartal II-2021 dan berakhir pada akhir kuartal III-2021 berpotensi mempengaruhi PDB pada kuartal III-2021. Namun dengan penanganan Covid-19 yang solid bisa mendukung pemulihan ekonomi untuk kuartal IV-2021.

Lebih lanjut Wimboh menjelaskan, kepercayaan investor terhadap pasar modal dan perekonomian Indonesia juga terlihat dari nilai penghimpunan dana yang hingga 26 Oktober 2021 mencapai Rp 273,9 triliun dan 40 emiten baru yang telah melakukan penawaran umum. Jumlah ini melampaui perolehan di tahun 2020 sebesar Rp 118,7 triliun.

Karyawan mengunakan ponsel di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.  Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Karyawan mengunakan ponsel di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Selain itu, pasar modal juga mencatat lonjakan pertumbuhan investor pasar modal terutama dari kalangan milenial. Hingga 21 September 2021 tercatat investor di pasar modal Indonesia sebanyak 6,4 juta orang atau tumbuh 100,51% (yoy).

“Oleh karena itu, kami mengajak anda berinvestasi di Indonesia khususnya di pasar modal dan menikmati hasil investasi yang baik,” kata Wimboh.

Menurutnya, pemerintah Indonesia telah memberikan banyak insentif investasi  seperti pengurangan tarif 2% dari pajak penghasilan badan untuk emiten, pengurangan pajak atas bunga obligasi korporasi dari 20% menjadi 10% dan juga omnibus law yang sangat menyederhanakan perizinan untuk investor global. Di samping itu, pemerintah juga terus membangun infrastruktur guna mempermudah akses dan meningkatkan efisiensi yang akan menambah keuntungan bagi para investor.

Wimboh juga mengatakan OJK akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengoptimalkan peran pasar modal, antara lain melalui dukungan penyusunan kebijakan yang akomodatif bagi start-up dan perusahaan teknologi berskala unicorn untuk melakukan IPO di bursa, pembentukan Securities Crowdfunding (SCF) untuk UMKM, menerbitkan kerangka regulasi untuk Bank Digital, memperbarui pengaturan peer to peer lending dan meninjau pengaturan insurtech.

Selain itu juga terus membuka akses pasar modal bagi UMKM yang banyak menyerap tenaga kerja serta berorientasi ekspor dan ramah lingkungan sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi.

“OJK sedang menyiapkan kebijakan mengenai Multiple Voting Shares (MVS) agar para pemilik start-up dapat mempertahankan perkembangan usahanya sesuai dengan visi dan misi awal perusahaan,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN