Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bullish market. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal.

Bullish market. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal.

Pasar Modal Indonesia Cetak Banyak Rekor

Selasa, 16 November 2021 | 23:58 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Pasar modal Indonesia menorehkan prestasi gemilang tahun ini, yang tercermin dari peningkatan indeks harga saham gabungan (IHSG), perusahaan tercatat, jumlah investor, dan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH).

“Pasar modal Indonesia telah pulih dan kembali mencatat rekor-rekor pertumbuhan baru dari segi perdagangan, pertumbuhan perusahaan tercatat, serta investor,” ungkap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi dalam CEO Networking (CEON) 2021, Selasa (16/11).

Dia menyebutkan, pada 11 November 2021, IHSG berhasil mencatatkan rekor tertinggi baru di level 6.691, diikuti dengan kapitalisasi pasar senilai total Rp 8.215 triliun. Selain itu, rata-rata nilai transaksi meningkat 45% menjadi Rp 13,4 triliun per hari. Diikuti peningkatan frekuensi perdagangan sebesar 91% menjadi 1,3 juta transaksi per hari dan peningkatan volume transaksi sebesar 76% menjadi 20 miliar saham per hari.

Lalu, hingga akhir Oktober 2021, investor pasar modal telah mencapai 6,7 juta investor atau tumbuh 7,5 kali lipat sejak tahun 2016. Di antara investor pasar modal itu, terdapat investor saham yang juga meningkat pesat sebanyak 1,4 juta investor menjadi 3 juta investor atau naik 5,7 kali lipat sejak 2016.

Inarno mengatakan, peningkatan ini turut diikuti dengan jumlah investor yang aktif bertransaksi. Pada periode yang sama terdapat peningkatan 111 ribu menjadi 200.000 investor aktif setiap hari. ”Investor ritel juga berhasil merajai transaksi bursa pada 2021 dengan porsi transaksi mencapai 57%,” pungkasnya.

Selain itu, hingga 12 November 2021, sebanyak 40 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di bursa dengan total penggalangan dana mencapai Rp 32,3 triliun. Nilai ini juga merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Bahkan di dalam pipeline BEI, masih ada sebanyak 29 calon perusahaan tercatat yang sedang dalam proses evaluasi untuk dapat tercatat pada tahun ini atau paling lambat awal 2022. “Pertumbuhan ini telah mengantarkan jumlah perusahaan di bursa menjadi 752 perusahaan,” papar Inarno.

Alhasil, dengan raihan tersebut, Indonesia merupakan negara dengan jumlah IPO terbanyak di Asean dan terus mencatatkan tren positif dalam lima tahun terakhir.

Secara terpisah, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia menyebutkan, hingga 12 November 2021, telah dilakukan penggalangan dana sebesar Rp 32,26 triliun dari instrumen saham dan Rp 83,3 triliun dari penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS). Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, penggalangan dana dari pencatatan saham naik 518% dan EBUS naik 14,3%.

Kemudian, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020, jumlah calon perusahaan tercatat saham dalam pipeline naik 45% dan nilai penerbitan EBUS diperkirakan akan naik sebesar 81,3%. ”Berdasarkan data tersebut, kami optimistis bahwa prospek dan target penggalangan dana di pasar modal Indonesia pada tahun 2022 akan lebih baik,” ungkapnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN