Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung memotret monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Poto/Uthan AR

Pengunjung memotret monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Poto/Uthan AR

Dipicu Crossing Saham ABMM Rp 1,19 Triliun, Asing Akhirnya Net Sell Rp 824,98 Miliar

Rabu, 17 November 2021 | 15:35 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Pemodal asing merealisasikan penjulan bersih (net sell) saham di seluruh pasar hingga Rp 824,98 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/11), ditutup naik 24,59 poin (0,37%) menjadi 6.675,80.

Besarnya net sell dipicu atas adanya aksi tutup sendiri (crossing) saham PT ABM Investama Tbk (ABMM) oleh investor asing kepada investor domestik di pasar negosiasi hingga Rp 1,19 triliun. Crossing saham tersebut di level Rp 1.430 per saham dengan jumlah saham mencapai 838 juta saham. Sedangkan crossing saham tersebut dilaksanakan melalui broker Mandiri Sekuritas.

Sedangkan di pasar reguler, pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 320,40 miliar. Berikut lima saham dengan net buy terbanyak, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 82,18 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 72,13 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 66,48 miliar, dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp 47,51 miliar.

Penguatan indeks didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor industri 1,51%, transportasi dan logistik 1,40%, sektor energi naik 0,84%, dan sektor keuangan naik 0,75%. Sedangkan penurunan melanda saham sektor consumer non cyclicals 0,45%, sektor material dasar 0,44%, sektor consumer cyclicals 0,25%, dan sektor kesehatan 0,12%.

Penguatan indeks tersebut dimanfaatkan kelima saham ini hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) naik Rp 62 (34,83%) menjadi Rp 240, PT Ateliers Mecaniques D Indonesia Tbk (AMIN) menguat Rp 65 (34,39%) menjadi Rp 254, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) naik Rp 65 (34,03%) menjadi Rp 256, PT Inter Delta Tbk (INTD) menguat Rp 52 (24,76%) menjadi Rp 262, dan saham PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) naik Rp 200 (24,54%) menjadi Rp 1.015.

Sedangkan lima saham dengan penurunan terdalam hingga akhir sesi I, yaitu saham PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS), PT Pan Brothers Tbk (PBRX), PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO), PT FKS Multi Agro Tbk (FISH), PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA), dan PT Yeloo Integra Datanet Tbk (YELO).

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN