Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia, Jakarta.  Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Tahun Depan, IHSG Berpeluang Capai Level 7.500

Rabu, 17 November 2021 | 23:03 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang mencapai level 7.400-7.500 pada 2022. Hal ini seiring mulai pulihnya perekonomian nasional setelah terdampak pandemi Covid-19.

Head of Investment Research PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan, IHSG tahun depan bisa bertumbuh 10-12% ke level 7.400-7.500 dari target tahun ini 6.700. “Apabila pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa berada di kisaran 5-7%, maka IHSG akan bertumbuh 10-12% atau mencapai 7.400-7.500," jelas dia kepada Investor Daily.

Wawan mengungkapkan, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi kunci penting dalam pertumbuhan ekonomi. Apabila pemerintah memandang pandemi Covid-19 sudah mulai mereda, maka kebijakan PPKM juga bisa dihilangkan.

Namun kebijakan PPKM tersebut tidak bisa dihilangkan tahun ini. Pasalnya, masih ada sejumlah risiko yang masih menghantui perekonomian tahun ini seperti varian Delta yang mulai meningkat di beberapa negara dan belum terpenuhinya herd immunity di dalam negeri. Akibatnya, kebijakan yang ekonomi yang diterapkan tahun ini belum sepenuhnya bisa tancap gas.

"Kalau tahun depan, kemungkinan bisa tercapai herd immunity dan kebijakan PPKM bisa dihilangkan sehingga mobilitas masyarakat bisa lebih tinggi dan perekonomian bisa meningkat," ujar dia.

Karenanya, Wawan optimistis terhadap pergerakan IHSG tahun depan. Dia melihat ada beberapa sektor saham potensial tahun depan seperti sektor perbankan seiring maraknya rights issue yang dilakukan oleh sejumlah bank kecil dan mulai pulihnya pertumbuhan kredit.

Kemudian, sektor otomotif yang terkena dampak positif dari insentif yang diberikan pemerintah. Lalu, sektor infrastruktur yang mulai pulih setelah pandemi dan juga sektor telekomunikasi yang tetap prospektif di tengah pandemi.

Chief Investment Officer PT Danareksa Investment Management Herman Tjahjadi menjelaskan, pada tahun ini, pertumbuhan ekonomi akan terangkat berkat meningkatnya harga komoditas seperti batu bara dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Perbaikan ekonomi ini diperkirakan akan berlanjut pada tahun depan dengan pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran 4,5-5,5%.

"Nilai tukar rupiah tahun depan juga akan terkontrol, tingkat inflasi juga akan terjaga di kisaran 2-3% karena semua infrastruktur mulai beroperasi sehingga bisa menekan biaya logistik," kata dia.

Perbaikan ekonomi ini diharapkan bisa berdampak positif bagi pasar modal dengan IHSG tahun depan akan berada di kisaran 6.500-7.300. Adapun sektor saham yang akan potensial tahun depan adalah sektor perbankan karena pertumbuhan kredit sudah mulai meningkat dan juga adanya bank digital.

Kemudian sektor properti dan otomotif yang menguat karena efek meningkatnya harga komoditas dan juga mulai dioperasikannya kembali shopping mall. Selain itu, sektor industrials juga mulai menggeliat karena mendapatkan manfaat dari berputarnya perekonomian.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN