Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST

PT ABM Investama Tbk (ABMM). Foto: IST

Kucurkan Rp 1,19 Triliun, TMT Jadi Pemegang Saham Mayoritas ABM Investama

Minggu, 28 November 2021 | 08:13 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – PT Tiara Marga Trakindo (TMT) memborong 838,21 juta unit saham atau setara dengan 30,44% saham di PT ABM Investama Tbk (ABMM). Alhasil, TMT yang dimiliki oleh keluarga Hamami per 17 November 2021 resmi menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi dan manajemen bisnis tersebut dengan komposisi 53,55% saham dari sebelumnya yang hanya memiliki 23,11% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor.

Trakindo membeli saham ABM Investama di harga Rp 1.430 per saham. Alhasil, total transaksi ini senilai Rp 1,19 triliun. 

TMT membeli saham ABMM milik Valle Verde Pte. Ltd (VVPL). Sebelumnya, VVPL memiliki 1,54 miliar saham setara 55,95% . Usai transaksi per 17 November 2021 itu, VVPL memiliki 702,34 juta unit saham setara dengan 25,51% saham ABMM  dari sebelumnya 55,95%.

Direktur Tiara Marga Trakindo Mivida Hamami menjelaskan tujuan transaksi adalah restrukturisasi internal sehingga tidak terjadi perubahan pengendalian di ABM Investama. ”Status kepemilikan saham langsung,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (28/11).

Di sisi lain, 19 November lalu, ABM Investama meraih kredit dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai US$ 100 juta. Sekretaris Perusahaan ABMM Rindra Donovan mengatakan, pinjaman ini untuk membayar utang yang jatuh tempo tahun 2022. Perseroan juga tengah menyiapkan refinancing obligasi senilai US$ 350 juta di tahun ini. Di mana, dananya US$ 200 juta berasal dari penerbitan obligasi baru, US$ 100 juta dari bank, dan US$ 50 juta dari kas internal.

Terkait kontrak, perseroan optimistis kontrak kerja bisa tumbuh 30% tahun ini didukung rencana peningkatan produksi batubara yang lebih tinggi dari mitra ABM Investama. Pada 25 Oktober 2021, kontraktor jasa pertambangan PT Cipta Kridatama (CK) yang merupakan anak usaha ABM Investama, kembali meraih kontrak kerja sama jasa pertambangan terbarunya dengan PT Borneo Indobara (BIB).

BIB merupakan anak usaha dari PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), entitas Grup Sinar Mas. Penandatanganan kontrak kerja sama antara CK dan BIB berdurasi sampai dengan tahun 2025.

Kontrak ini merupakan lanjutan dari kerjasama yang terjalin dengan sangat baik antara Grup ABM dan GEMS sejak proyek di PT Kuansing Inti Makmur, PT Karya Cemerlang Persada, PT Bungo Bara Utama, dan PT Bungo Bara Makmur (KIM Grup).

Sementara itu terkait kinerja keuangan, per 30 Juni 2021 ABM Investama membukukan pendapatan US$ 429,60 juta dengan laba bersih periode berjalan sebesar US$ 54,97 juta. Lalu aset tercatat sebesar US$ 967,46 juta dan ekuitas US$ 225,37 juta. Adapun, pada akhir tahun 2020, perseroan mencatatkan pendapatan US$ 606,40 juta dan rugi bersih US$ 35,65 juta.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN