Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Ambil Peluang Ibukota Baru, Resources Alam Indonesia Rambah Bisnis Properti

Minggu, 28 November 2021 | 13:01 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) berencana masuk bisnis properti untuk menangkap peluang bisnis dari rumah tapak di sekitar ibu kota baru, Kalimantan Timur. Pada bisnis inti, perseroan juga berencana meningkatkan volume produksi nikel dalam jumlah yang signifikan.

Direktur Resources Alam Indonesia Agoes Sugiarto menjelaskan, untuk memuluskan rencana tersebut perseroan telah menyiapkan landbank dengan luas mencapai 3,766 hektare (Ha) yang lokasinya berada di sekitar Balikpapan dan Samarinda. Lahan tersebut, nantinya akan difokuskan pada beberapa segmen, yakn rumah tapak, rumah toko dan pergudangan.

“Semuanya mengarah pada pembangunan ibukota negara baru, lokasinya pun cukup berdekatan sekitar 50 Kilometer (Km),” jelasnya dalam paparan publik virtual belum lama ini.

Agoes menambahkan, sejumlah rencana ini sejalan dengan niat perseroan untuk melakukan diversifikasi bisnis selain batubara. Perseroan juga menyatakan sudah mendapatkan izin dari otoritas bursa untuk memulai pembangunan yang jadi salah satu fokus perseroan pada tahun 2022 mendatang.

“Untuk memuluskan rencana ini, kami akan melibatkan perusahaan afiliasi dalam pembangunan proyek properti ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, pada sektor pertambangan perseroan juga berencana untuk meningkatkan produksi nikel menjadi 600.000 ton pada tahun 2022, dari 100.000 ton di tahun 2021 untuk area penambangan nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Peningkatan produksi ini, sejalan dengan penjajakan kontrak yang sedang perseroan jalani.

Untuk diketahui, saat ini Resources Alam Indonesia menjual bijih nikelnya kepada Virtue Dragin dengan kadar keseluruhan 1,7%.

Untuk menanggapi peningkatan kebutuhan dari market, kata Agoes, perseroan juga berencana untuk melakukan akuisisi tambang mineral baru, namun rencana itu masih dalam kajian lebih lanjut. Berbagai rencana pada tahun depan, perseroan siap menganggarkan belanja modal.capex sebanyak US$ 2,5 juta yang berasal dari kas internal.

“Capex itu rencananya sebagian besar digunakan untuk keperluan sarana dan prasarana infrastruktur dan juga penunjang produk seperti pembelian alat berat,” terangnya.

Sementara itu, hingga kuartal III- 2021, berhasil membalikan rugi sebanyak US$ 8,98 juta pada kuartal III- 2020 menjadi untung US$ 8,96 juta. Raihan positif ini, sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha sebanyak 40,28% menjadi US$ 80,14 juta, dari sebelumnya US$ 57,13 juta. 

Meningkatnya pendapatan, sebagian besar ditopang oleh penjualan batubara lokal sebanyak US$ 15,12 juta, atau bertumbuh 13,68% dari US$ 13,30 dari periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen listrik dan lain-lain menyumbang sebanyak US$ 1,51 juta dan US$ 269,75 ribu.

Pendapatan perseroan juga dipertebal dengan meningkatnya segmen ekspor batubara sebanyak US$ 80,05 juta dari sebelumnya hanya menyumbang US$ 57,13 juta. Jasa pertambangan memberikan pemasukan sebanyak US$ 89,87 ribu.

Terakhir, total aset berjumlah US$ 119,79 juta, yang terdiri aset lancar US$ 42,34 juta dan aset tidak lancar US$ 77,45 juta. Sementara total liabilitas mencapai US$ 28,42 juta.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN