Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekar Putih Djarot,  Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Sumber: BSTV

Sekar Putih Djarot, Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumber: BSTV

OJK: Kinerja IHSG Sudah Jauh Lebih Baik

Senin, 29 November 2021 | 13:11 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id) ,Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id –  Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sekar Putih Djarot mengemukakan, selama tahun berjalan (year to date/ytd), IHSG menguat 9,74% ke level 6.561,55. Indeks sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah pada Senin (22/11) lalu di posisi 6.723,39.

Pada penutupan akhir pekan lalu, market cap bursa mencapai Rp 8.123 triliun. Investor asing masih bertahan di tengah isu tapering. Terbukti asing membukukan pembelian besih (net buy) senilai Rp 38,68 triliun (ytd).

“Pendorong pertumbuhan IHSG antara lain sektor teknologi, consumer product, dan kesehatan,” tutur dia.

Daftar emiten-emiten yang sudah book building
Daftar emiten-emiten yang sudah book building

Kinerja IHSG saat ini, menurut Sekar, sudah jauh lebih baik dibanding saat indeks menyentuh titik terendahnya, yaitu 3.937,63 pada 24 Maret 2020.

“Bahkan, posisi IHSG sudah berada di atas periode sebelum pandemi Covid- 19 seiring membaiknya persepsi pasar terhadap kebijakan pengelolaan ekonomi dan penanganan pandemic oleh pemerintah,” ujar dia.

Sekar Putih menambahkan, penghimpunan dana melalui pasar modal hingga 16 November 2021 mencapai Rp 306,95 triliun yang berasal dari IPO saham, penerbitan saham baru untuk menambah modal (rights issue) atau penawaran umum terbatas (PUT), serta emisi obligasi korporasi dan sukuk korporasi. Angka itu jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Antusiasme penghimpunan dana di pasar modal, kata Sekar, merefleksikan kondisi fundamental perekonomian Indonesia. Arah ekokomi ke depan pun sudah sesuai ekspektasi pasar. Ditambah lagi, masih terdapat puluhan penawaran umum dengan nilai sedikitnya Rp 41,25 triliun dalam pipeline BEI.

“Selain itu, pasar modal lokal telah mencatatkan lonjakan pertumbuhan investor pasar modal yang didominasi investor milenial,” ucap dia.

Perolehan dana IPO tahun ini tertinggi sepanjang sejarah
Perolehan dana IPO tahun ini tertinggi sepanjang sejarah

Kalangan analis yakin IPO saham tahun depan masih marak. Perusahaan yang go public pada 2022 terutama berasal dari sektor teknologi informasi (TI).

Equity Analyst PT Jasa Kapital Utama Indonesia, Cheryl Tanuwijaya menjelaskan, rencana IPO saham perusahaan hasil penggabungan Gojek dan Tokopedia (GoTo) pada awal 2022 bakal mendorong perusahaan teknologi lain untuk masuk bursa.

“Investor akan antusias dengan IPO jumbo GoTo, sehingga perusahaan teknologi lain akan mengikuti IPO dan sahamnya turut diminati,” kata Cheryl kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

Cheryl juga memprediksi jumlah perusahaan yang IPO tahun ini bakal melampaui rekor jumlah IPO yang dicapai pada 2019. Soalnya, hingga pekan lalu saja sudah 43 perusahaan yang IPO.

Sebagian emiten baru cetak gain spektakuler tahun ini
Sebagian emiten baru cetak gain spektakuler tahun ini

Saat ini terdapat sekitar 29 perusahaan yang bersiap masuk bursa. Dari jumlah itu, 12 perusahaan sedang menggelar bookbuilding.

“Jika tahun ini IPO marak, itu merupakan sinyal adanya pemulihan ekonomi yang tercermin pada tingginya antusiasme investor,” tandas dia.

Dia mengakui, saham IPO secara umum tidak langsung meningkat setelah dicatatkan (listing) di BEI. Soalnya, pergerakan saham IPO juga dipengaruhi kondisi pasar. “Namun, perusahaan yang memiliki bisnis dan fundamental bagus, sahamnya akan meningkat dalam jangka panjang meski dalam jangka pendek menurun,” tutur dia.

Hal ini pula, kata Cheryl Tanuwijaya, yang menyebabkan IHSG belum tentu langsung menguat di tengah maraknya IPO. “Ada faktor lain di luar IPO yang bisa memengaruhi IHSG. Tetapi memang, secara jangka panjang, IPO berpengaruh positif ke pasar akibat meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berinvestasi,” papar dia. (az)

Baca lengkap di epaper Investor Daily

https://subscribe.investor.id/

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN