Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Matahari terbenam di balik asap yang mengepul dari kilang LyondellBasell-Houston Refining di kota Houston, Texas. Foto ilustrasi: Mark Felix/AFP

Matahari terbenam di balik asap yang mengepul dari kilang LyondellBasell-Houston Refining di kota Houston, Texas. Foto ilustrasi: Mark Felix/AFP

Fokus Pasar: Potensi Industri Migas dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Rabu, 8 Desember 2021 | 09:27 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Fokus pelaku pasar tertuju pada potensi dari industri migas yang dinilai dapat memegang peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi. Sejalan, dengan peningkatan tren konsumsi energi di masa depan pada negara-negara berkembang.

Data dari RUEN menyebutkan, pada tahun 2050 mendatang konsumsi minyak bumi Indonesia yang diproyeksikan naik hampir 139% dari konsumsi rata – rata 1.6 juta bph menjadi 3.6 juta bph. Disusul, dengan  konsumsi gas diproyeksikan dapat naik lebih tinggi dari minyak di tahun 2050 yang diproyeksikan akan mencapai 239%.

Data itu juga menunjukkan bahwa  porsi minyak mencapai 28,8% dalam bauran energi nasional pada tahun 2020 atau secara volume mencapai 1,66 juta bph. Sementara gas bumi sebesar 6.557 juta kaki kubik per hari atau sebesar 21,2% dari bauran energi nasional.

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, kebutuhan energi saat ini dan masa yang akan datang akan ditopang oleh non renewable energy resources seperti minyak bumi, karena itu keberadaan industri hulu migas menjadi sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan energi maupun untuk menjaga ketahanan energi nasional.

“Investasi pada industri hulu dinilai cukup penting guna mendukung sektor energi dapat bertumbuh. Kami melihat tantangan kedepan masih cukup besar terutama untuk kegiatan eksplorasi,” jelas Pilarmas dalam riset harian, Rabu (8/12).

Sehingga, diperlukan upaya yang strategis dalam menarik investor untuk melakukan kegiatan tersebut serta pemanfaatan dari teknologi tinggi yang sudah berkembang. Koordinasi dengan stakeholder di hulu migas sangat penting, semisal ketika mengajukan insentif yang bervariasi agar dapat diimplementasikan di proyek migas dapat sesuai.

“Hal ini mengingat tidak semua kontraktor migas membutuhkan insentif yang sama,” ujar Pilarmas.

Lebih lanjut, pemerintah dinilai perlu membuka dialog dengan masing-masing kontraktor migas untuk menentukan insentif yang tepat guna diimplementasikan. Tujuannya agar lapangan migasnya bisa lebih menguntungkan, menarik, dan berkesinambungan. Sehingga hal tersebut diharapkan dapat menarik minat investor asing untuk dapat berinvestasi di Indonesia

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN