Menu
Sign in
@ Contact
Search
kredit mobil - multifinance

kredit mobil - multifinance

Perpanjangan Stimulus OJK Bikin Saham Multifinance Bisa Terdongkrak

Jumat, 7 Januari 2022 | 10:10 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor-id - Langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperpanjang stimulus Covid-19 bagi lembaga jasa keuangan non-bank (LJKNB) dari 17 April 2022 menjadi 17 April 2023 disambut positif. Bahkan, keputusan ini diyakini bisa mendorong saham-saham perusahaan di sektor pembiayaan (multifinance) makin terdongkrak.

Head of Equity Research PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai, dampak perpanjangan kebijakan ini akan berdampak positif untuk kinerja perusahaan pembiayaan. Karena ada peluang kredit bermasalah (non performing fund/NPF) nantinya tidak meningkat, karena ada harapan bisnis para debitur bisa pulih dan perusahaan tidak perlu menaikkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN).  Karena ketika CKPN meningkat otomatis laba bersihnya menjadi terbatas.

Baca juga: Pertumbuhan Laba Bersih Multifinance Diproyeksi Berlanjut di 2022

“Dengan asumsi tersebut kinerjanya bisa menjadi lebih baik dan dampak ke harganya bisa direspon dengan positif,” ujarnya kepada Investor Daily, Jumat (7/1).

Keputusan perpanjangan ini tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 30/POJK.05/2021 tentang Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease (Covid) 2019 bagi Lembaga Jasa Keuangan Nonbank.
"Kebijakan ini juga diterbitkan sebagai upaya untuk menjaga momentum perbaikan dan stabilitas kinerja LJKNB serta untuk menghindari potensi gejolak pada saat berakhirnya masa berlaku kebijakan countercyclical dampak penyebaran COVID-19 bagi lembaga jasa keuangan nonbank (LJKNB)," tulis OJK dalam keterangan resmi, Jumat (7/1).

Baca juga: PPKM Dorong Multifinance Kembali Restrukturisasi Pembiayaan

Bentuk stimulus yang diberikan otoritas salah satunya restrukturisasi pembiayaan bagi penyedia jasa layanan non-bank. Hingga akhir tahun lalu, total restrukturisasi pembiayaan diklaim sudah mencapai Rp 218,95 triliun dengan kontrak yang disetujui sebanyak 5,22 juta kontrak.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno optimistis kinerja industri pembiayaan atau multifinance akan semakin membaik tahun ini. Perbaikan kinerja industri pembiayaan mulai terlihat di sepanjang 2021. Suwandi menyebut, per September 2021, laba industri pun telah meningkat 128 persen year on year (yoy). Menurutnya, pertumbuhan bisnis industri pembiayaan tersebut turut didorong oleh adanya insentif pajak barang mewah (PPnBM).

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com