Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (11/1).

Menteri BUMN Erick Thohir di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (11/1).

Erick Thohir Serahkan Bukti Investigasi Garuda Indonesia (GIAA) kepada Kejagung

Selasa, 11 Januari 2022 | 14:02 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian BUMN melanjutkan program bersih-bersih di tubuh BUMN. Setelah Jiwasraya dan Asabri, kali ini Kementerian yang dipimpin Erick Thohir itu menyerahkan bukti hasil audit investigasi perihal kasus dugaan korupsi pembelian pesawat ATR 72600 yang terjadi pada era  direksi lama  PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa saat ini Garuda Indonesia sedang dalam tahap restrukturisasi. Namun berdasarkan data-data valid telah ditemukan bahwa dalam pengadaan pesawat terbang ATR 72600 terindikasi adanya korupsi.

"Dengan merk pesawat yang berbeda-beda. Tapi khusus hari ini, pesawat ATR 72600. Ini yang tentu kami serahkan bukti-bukti audit investigasi. Jadi, bukan tuduhan karena eranya bukan saling tuduh tapi mesti ada fakta yang diberikan," ucap Erick dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta pada Selasa (11/1).

Baca juga: Kapitalisasi Pasar 9 Saham BUMN Naik Selama 2021, ada yang Naik 70%

Selain itu, lanjut Erick, pelaporan ini juga penting bagi BUMN sebagai upaya transformasi administrasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, BUMN melakukan sinkronisasi data yang diharapkan bukan hanya untuk kasus di Garuda tetapi juga kasus-kasus lain yang akan didorong ke Kejaksaan Agung.

Tujuannya, agar menjadi program yang menyeluruh dan bukan hanya satu persatu isu yang diambil. Erick menegaskan, bahwa hal ini menjadi program menyeluruh yang dilakukan Kejaksaan Agung bekerja sama dengan BUMN baik dalam bentuk pendampingan maupun penegakan hukum.

"Saya rasa sudah saatnya oknum-oknum di BUMN harus dibersihkan dan inilah tujuan utama kita untuk terus menyehatkan BUMN tersebut. Pengungkapan data juga melibatkan institusi lain yakni BPKP sebagai audit pemerintah," jelas Erick.

Sementara itu, Jaksa Agung Burhanuddin mengungkapkan bahwa dugaan korupsi pengadaan pesawat ATR 72600 ini terjadi di era Direktur Utama Garuda yang berinisial ES. "Leasing Pesawat ATR 72600 terjadi di era Direktur Utama ES (era direksi lama) yang sekarang masih berada dalam tahanan," ucap Burhanuddin.

Baca juga: Hitam Putih BUMN

Ia memastikan, Kejaksaan Agung akan terus melakukan pengembangan. Artinya, tidak hanya berhenti di dugaan korupsi pembelian pesawat ATR 72600, tetapi akan dikembangkan sampai Garuda benar-benar bersih.

Untuk itu, Kejaksaan Agung akan selalu berkoordinasi dengan BUMN dalam dalam rangka mengambil langkah-langkah. Sebab bagaimanapun sinergitas antara Kejaksaan Agung dan BUMN harus tetap dijaga.

Dengan demikian, kedatangan Menteri BUMN ke sini (Kejaksaan) pertama dalam rangka restrukturisasi Garuda. Kedua, soal pelaporan untuk pembelian pesawat ATR 72600 terutama guna mendukung Kementerian BUMN bersih-bersih.

"BUMN yang bersih akan lebih baik dan tentunya di bawah kepemimpinan Menteri Erick, kita akan lakukan dan Kejaksaan Agung akan dukung terus," kata Burhanuddin.

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN