Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (11/1).

Menteri BUMN Erick Thohir di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (11/1).

Erick Thohir Jamin Pelaporan Dugaan Korupsi Tak Ganggu Proses Restrukturisasi Garuda Indonesia (GIAA)

Selasa, 11 Januari 2022 | 14:14 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambangi Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melaporkan dugaan kasus korupsi di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) untuk pengadaan pesawat ATR 72-699. Erick menjamin pelaporan ini tidak mempengaruhi proses restrukturisasi di GIAA. 

Dalam kunjungannya, Erick menyerahkan sejumlah bukti terkait dugaan tindak korupsi yang dilakukan manajemen lama maskapai Garuda, salah satunya, hasil audit investasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Baca juga: Erick Thohir Serahkan Bukti Investigasi Garuda Indonesia (GIAA) kepada Kejagung

“Memang dalam proses pengadaan pesawat terbang, leasing ada indikasi korupsi dengan merek yang berbeda beda. Khusus hari ini ATR 72-600 dan ini tentu kami serahkan bukti bukti audit investigasi. Ini bukan tuduhan karena kita bukan era saling menuduh tapi harus ada fakta,” ujarnya saat Konferensi Pers di Gedung Kartika, Kantor Kejagung, Jakarta, Selasa (11/1).

Lebih lanjut, Erick pun menjamin pelaporan kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia tak mengganggu proses restrukturisasi, karena pihaknya telah memetakan lessor yang terindikasi korupsi dan mana yang tidak.

Baca juga: CT Tambah Modal di Garuda Indonesia (GIAA), Investor Strategis Diundang Gabung

“Apakah jadi hambatan penyelesaian lessor? Tidak. Karena kita sudah memetakan mana lessor yang ada indikasi korupsi, mana lessor yang memang kita sewa kemahalan. Karena bodoh kita sendiri kenapa mau tanda tangan kemahalan,” ujar Erick.

Bahkan ia membuka peluang untuk menjamin pelaporan kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia tak mengganggu proses restrukturisasi perusahaan. Saat ini, Garuda memang sedang melakukan restrukturisasi utang, dengan menempuh jalur homologasi berkekuatan hukum dengan para kreditur dan lessor.

Bahkan ia memastikan untuk terus melakukan penyelidikan dugaan korupsi pada pengadaan pesawat-pesawat jenis lain.

“Apakah ada pengembangan dengan proses pengadaan pesawat lain? Dimungkinkan. Karena kita mau selesaikan hal ini untuk benar-benar transparansi,” ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin mengatakan penyelidikan pengadaan pesawat Garuda akan terus berlanjut dengan terus dilakukan pengembangan.

“Kalau pengembangan pasti dan insya allah tidak akan berhenti di sini. Akan kami kembangkan sampai benar-benar Garuda ini bersih,” ucapnya.

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN