Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. (Foto: BeritaSatu Photo)

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. (Foto: BeritaSatu Photo)

Erick Thohir 'Bersih-bersih' BUMN, Dirut Garuda (GIAA) Merespons

Selasa, 11 Januari 2022 | 17:15 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mendukung penuh penyelidikan Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi pembelian pesawat ATR 72600. Hal ini sebagai bagian dari upaya penegakan good corporate governance (GCG).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memastikan bahwa perseroan bakal mendukung penuh penyelidikan tersebut dan akan menindaklanjuti setiap keperluan penyelidikan yang disampaikan sebagai bagian dari upaya penegakan GCG. 

Dukungan penuh perseroan ini menyusul adanya langkah penyelidikan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI sebagai tindak lanjut atas laporan Menteri BUMN Erick Thohir terkait indikasi korupsi pengadaan pesawat ATR 72600 yang terjadi beberapa tahun lalu di Garuda. 

"Garuda berkomitmen mendukung setiap upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam setiap aktivitas bisnisnya," ucap Irfan dalam keterangan resmi kepada Investor Daily, Selasa (11/1).

Baca juga: Erick Thohir Serahkan Bukti Investigasi Garuda Indonesia (GIAA) kepada Kejagung 

Sejalan dengan upaya Kementerian BUMN melakukan transformasi lewat program 'bersih-bersih' BUMN, Irfan menambahkan bahwa upaya tersebut juga menjadi aspek fundamental dalam misi transformasi perusahaan yang saat ini tengah dijalankan. 

Irfan ingin, ke depan, Garuda menjadi entitas bisnis yang sehat bukan hanya dari sisi kinerja keuangan dan operasional, tetapi juga ditunjang fondasi tata kelola perusahaan yang sehat dan solid dalam mengakselerasi kinerja usaha ke depan. 

Pada kesempatan terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir hari ini mendatangi Kejaksaan Agung mengatakan bahwa sejak awal Kementerian BUMN sudah melakukan sinkronisasi dengan Kejagung dan sudah merasakan manfaat dari sinkronisasi tersebut. Pasalnya, ujar Erick, mustahil transformasi di BUMN dapat dilakukan jika tanpa dukungan dari Kejagung. Apalagi, dengan adanya konsep program 'bersih-bersih' BUMN ini.

"Ini bukan berarti kami mengambil permasalahan satu per satu. Tidak. Tapi ini program besar yang sudah disepakati sejak awal tahun. Karena itu, banyak bergulir program pembersihan di BUMN yang dipimpin langsung Kejagung seperti Jiwasraya dan Asabri," jelas Erick.

Baca juga: Erick Thohir Jamin Pelaporan Dugaan Korupsi Tak Ganggu Proses Restrukturisasi Garuda Indonesia (GIAA) 

Senada dengan itu, Jaksa Agung Burhanuddin juga menyampaikan bahwa hari ini Kejagung menerima kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir. Sebagaimana penanganan Asabri dan Jiwasraya sebelumnya, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Kementerian BUMN untuk mengambil langkah-langkah. "Karena bagaimana pun, sinergitas antara kami dan BUMN harus tetap kita jaga," ucap Burhanuddin.

Adapun kedatangan Erick kali ini, kata Burhanuddin, menyangkut permasalahan di Garuda yaitu restrukturisasi dan pelaporan pembelian pesawat ATR 72600 yang terindikasi korupsi. Utamanya, untuk mendukung Kementerian BUMN dalam melakukan 'bersih-bersih'.

"BUMN yang bersih akan lebih baik dan tentunya di bawah kepemimpinan Menteri Erick kita akan lakukan dan Kejaksaan Agung akan support terus," imbuhnya. Adapun dugaan korupsi pesawat ATR 72600 terjadi pada masa Direktur Utama Garuda berinisial ES.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN