Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatatkan kenaikan layanan kargo alat berat. Foto: Perseroan

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatatkan kenaikan layanan kargo alat berat. Foto: Perseroan

Industri Tambang Bergairah, Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Panen Kargo Alat Berat

Kamis, 20 Januari 2022 | 13:58 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat hingga akhir tahun 2021 telah melayani kargo alat berat sebanyak 10.023 unit untuk alat berat impor dan 5.440 untuk alat berat ekspor. Impor tersebut naik 180,13% dibandingkan posisi tahun 2020, namun untuk alat berat ekspor tercatat turun 13,35%.

Dari jumlah tersebut, jika dirinci lagi, maka terbagi antara penanganan kargo segmen alat berat dan segmen truk atau bus. Khusus alat berat, tercatat sepanjang 2021 untuk segmen alat berat ekspor sebesar 2.851 unit atau naik 56,65% dibandingkan posisi pada 2020 sebanyak 1.820 unit. Hal yang sama juga terjadi pada alat berat impor di mana mengalami kenaikan di 2021 sebanyak 145,79% menjadi 6.747 unit dari 2.745 unit di tahun sebelumnya.

Baca juga: Efek Pelindo Merger Dahsyat! IPCC Mulai Kelola Terminal Kendaraan di Belawan, 2 Lagi Segera

Sekretaris Perusahaan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, Sofyan Gumelar menjelaskan, berdasarkan informasi dan pemantauan di terminal IPCC bahwa jenis alat berat yang banyak ditangani di terminal IPCC mayoritas ialah untuk jenis excavator. Selain itu, juga terdapat sejumlah alat berat jenis wheel loader dan bulldozer yang biasanya digunakan pada industri pertambangan.

“Sementara itu, peningkatan akan industri pertambangan juga berimbas pada kebutuhan pada segmen truk atau bus,” terang Sofyan dalam keterangan resmi, Kamis (20/1).

Tercatat sepanjang 2021 di terminal IPCC ditangani sebanyak 3.278 unit untuk impor truk dan bus di mana mengalami peningkatan 293,52% dibandingkan tahun 2020. Sementara, untuk ekspor sebanyak 2.591 unit di mana jumlah ini terlihat lebih rendah 41,88% dibandingkan tahun 2020 sebanyak 4.458 unit. Adapun jenis truk atau bus yang ditangani di terminal IPCC mayoritas ialah jenis dump truck untuk pengangkutan barang-barang mineral dan batu baru (minerba).

Sofyan menambahkan, tidak hanya pada kegiatan ekspor dan impor saja, pada kegiatan bongkar muat segmen alat berat dan truk dan bus di terminal domestik juga mencatatkan adanya pertumbuhan. Pada segmen alat berat tercatat ditangani sebanyak 7.085 unit di mana terlihat mengalami kenaikan 91,38% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, untuk segmen truk/bus tercatat sebanyak 28.579 unit atau lebih rendah 46,25%.

Dia menekankan, dengan adanya catatan positif di sepanjang 2021 tersebut tentunya dapat meningkatkan kinerja operasional secara year on year (yoy) dari IPCC. Begitu pun dengan kinerja keuangan IPCC di tahun 2021 yang dapat lebih baik dibandingkan tahun 2020 yang sempat mencatatkan adanya penurunan karena imbas pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan sejumlah industri.

“Diharapkan perbaikan kinerja dapat terus berlanjut dan diikuti dengan penurunan kasus Covid-19 sehingga pemulihan dan perbaikan kinerja dapat terus diupayakan secara sustain,” terang dia.

Sebagaimana diketahui, meningkatnya sejumlah harga komoditas tambang di Indonesia yang diikuti dengan sejumlah pemulihan berimbas positif pada pertumbuhan industri minerba.

Baca juga: Inbreng Saham Pelindo Tuntas, Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Siap Tancap Gas

Mengutip dari Biro Pusat Statistik (BPS) bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2021 mencapai 3,51%. Realisasi itu ditopang oleh pertumbuhan tinggi pada industri di sektor jasa kesehatan dan pertambangan. Disampaikan ada 11 kategori selama kuartal III-2021 secara yoy mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi di jasa kesehatan yang tumbuh 14,06% dan di industri pertanian menjadi industri yang tumbuh terendah sebesar 1,31%. Sektor pertambangan mampu tumbuh kedua tertinggi dengan kenaikan 7,78% sebagai efek dari kenaikan harga komoditas sejak awal tahun dan produksi. Mulai dari biji logam, batu bara, lignit dan lainnya.

Dengan adanya peningkatan pertumbuhan tersebut tentunya berimbas pada permintaan akan alat berat yang dibutuhkan untuk keperluan penggalian barang-barang tambang tersebut. Dari data yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian bahwa penjualan alat berat hingga kuartal III-2021 juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2020.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN