Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana kerja di pabrik tekstil Sritex. Foto: Investor Daily/DAVID.

Suasana kerja di pabrik tekstil Sritex. Foto: Investor Daily/DAVID.

Voting Damai Sritex (SRIL) dan Kreditur Capai Kuorum

Senin, 24 Januari 2022 | 08:39 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Hasil pemungutan suara terhadap rencana perdamaian yang diajukan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex mencapai kuorum. Adapun voting dalam rangka proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) itu diselenggarakan di Pengadilan Niaga pada Pengadlian Negeri Semarang pada Jumat (21/1) pekan lalu.

“Hasil pemungutan suara atas rencana perdamaian yang diajukan Sritex mencapai kuorum,” kata Anggota Tim Pengurus PKPU Sritex, Martin Patrick Nagel kepada Investor Daily, Senin (24/1).

Baca juga: Gerak Cepat, Sritex Kirim Kembali Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru

Adapun total tagihan dalam daftar PKPU Sritex mencapai Rp 26 triliun dengan jumlah kreditur sebanyak 108 kreditur.

“Jadwal selanjutnya adalah rapat permusyawaratan majelis hakim yang dijadwalkan tanggal 25 Januari 2022 di Pengadilan Negeri Semarang,” terang Martin Patrick Nagel.

Proses PKPU SRIL dimulai pada kuartal II-2021 setelah majelis hakim di Pengadilan Negeri Semarang mengabulkan permohonan PKPU yang dimohonkan CV Prima Karya pada PT Sri Rejeki Isman Tbk dan tiga anak usaha, yakni PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya.

Baca juga: Sritex Tengah Merestrukturisasi Utang US$ 1,4 Miliar

Dalam keterbukaan informasi pada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diunggah pada akhir Desember 2021, Corporate Secretary PT Sri Rejeki Isman Tbk Welly Salam menjelaskan, perseroan memang fokus menyelesaikan proposal perdamaian dengan kreditur dalam mencapai homologasi sesuai dengan perpanjangan PKPU sampai dengan tanggal 25 Januari 2022.

“Kinerja keuangan difokuskan pada pemenuhan untuk kegiatan operasional dan untuk satu tahun ke depan mampu memenuhi keputusan hasil perdamaian PKPU,” ungkap Welly.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN