Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Armada PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI). Foto: Perseroan.

Armada PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI). Foto: Perseroan.

Kiat Transcoal (TCPI) Kejar Target Kenaikan Pendapatan 25%

Senin, 24 Januari 2022 | 17:21 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) mengincar pertumbuhan pendapatan hingga 25% pada tahun ini, sejalan dengan kebijakan pemerintah soal ketentuan Free On Board (FOB). Selain itu, perseroan meningkatkan kualitas pelayanan dan menambah armada baru.

Sekretaris Perusahaan Transcoal Pacific Anton Ramada Saragih menjelaskan, keputusan pemerintah untuk mengubah kebijakan FOB menjadi Cost Insurance and Freight (CIF) menjadi salah satu pendorong kinerja perusahaan pada 2022. Perseroan juga menyiapkan beberapa strategi lainnya. “Termasuk, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan angkutan kargo kepada klien existing,” jelasnya kepada Investor Daily, Senin (24/1).

Anton menambahkan, pihaknya akan menambah jumlah pelanggan TCPI di luar kargo batu bara seperti kargo curah, terutama komoditas nikel di wilayah Indonesia bagian Timur. Untuk itu, perseroan akan melakukan penambahan armada baru. Manfaat lainnya yakni dapat mengurangi ketergantungan sewa. “Sehingga penggunaan armada perseroan dapat lebih teroptimalisasi dan efisiensi biaya di berbagai bidang,” ujar dia.

Baca juga: Transcoal Pacific (TCPI) Raih Dua Kontrak Batu Bara Rp 2,17 Triliun

Untuk memuluskan rencana itu, TCPI siap merogoh kocek sebanyak Rp 300 miliar yang dialokasikan sebagai belanja modal (capital expenditure/capex). Dana capex akan digunakan untuk pembayaran 2 set pusher barges atau 4 unit kapal baru serta biaya docking. Sumber dana capex sebagian besar dari pinjaman yang didapatkan dari lembaga keuangan.

Apabila penambahan armada telah rampung, maka Transcoal dan entitas anak usahanya akan memiliki 154 unit armada, yang terdiri atas pusher tug & barge, tug & barge, mother vessel, floating terminal station, sea truck, dan alat berat serta alat pendukung lainnya. Berdasarkan data perseroan, per September 2021, total armada yang dioperasikan oleh TCPI berjumlah 326 unit, dengan komposisi 38% milik sendiri dan sisanya sebanyak 62% adalah sewa.

Baca juga: Transcoal Pacific Tambah Armada Antisipasi Kenaikan Angkutan Kargo 

Strategi yang sudah direncanakan juga inline dengan kondisi bisnis yang diproyeksikan akan lebih baik dari tahun 2021. Menurut Anton, pemulihan perekonomian sampai pandemi Covid-19 yang terkendali dan percepatan program vaksin menjadi faktor pendukung.

Dengan demikian, perseroan memproyeksikan pada tahun ini kontrak yang diperoleh perseroan dapat meningkat pada kisaran 25%-35% dibandingkan tahun 2021. Sebagian besar volume angkutan di tahun 2022 adalah kargo batu bara seperti tahun lalu. Adapun jenis komoditas angkutan perseroan adalah kargo curah, termasuk batu bara, nikel, CPO, solar industri, dan pasir.

“Tahun ini, volume angkutan nikel juga diharapkan meningkat dibandingkan 2021 mengingat peluang-peluang kargo angkutan nikel yang sedang dijajaki oleh perseroan saat ini,” kata dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN