Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Foto: Perseroan.

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Foto: Perseroan.

Melonjak 950%, Saham Adaro Minerals (ADMR) Kembali Disuspensi

Selasa, 25 Januari 2022 | 08:09 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspend) perdagangan saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mulai sesi I hari ini. Suspensi saham dilaksanakan di pasar reguler dan pasar tunai.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy mengatakan, suspensi saham ADMR dilakukan setelah saham ini mencatatkan lonjakan harga kumulatif dalam beberapa hari terakhir.

“BEI memandang perlu untuk menghentikan sementara perdagangan saham ADMR di pasar reguler dan tunai mulai sesi I pada 25 Januari 2022. Penghentian dilaksanakan hingga pengumuman bursa lebih lanjut,” terangnya dalam penjelasan resmi di Jakarta, Selasa (25/1).

Baca juga: Melonjak 635%, BEI Suspend Saham Adaro Minerals (ADMR)

Berdasarkan data, harga saham ADMR telah melonjak sebanyak 950% dari level listing perdana Rp 100 per saham pada 3 Januari 2022 menjadi Rp 1.050 pada 24 Januari 2022. Lonjakan harga saham tersebut membuat transaksi saham ini juga pernah dihentikan sementara pada 13 Januari 2022.

Adaro Minerals sebelumnya menggelar IPO dengan melepas sebanyak 6,05 miliar saham atau setara dengan 15% saham. Saham tersebut dilepas direntang harga Rp 100, sehingga total dana yang diraup dari aksi korporasi ini Rp 604,86 miliar.

Terkait prospek bisnis, Adaro Minerals melalui prospektus yang diterbitkan sebelumnya menyebutkan bahwa permintaan batu bara metalurgi berkaitan erat dengan peningkatan permintaan besi baja. Sedangkan permintaan besi baja dipengaruhi atas peningkatan aktivitas perekonomian negara. Dengan kondisi ekonomi global yang terus membaik setelah dihantam pandemi Covid-19, permintaan besi baja diperkirakan kembali meningkat.

Batu bara metalurgi dijual ke produsen baja yang digunakan untuk memproduksi pig iron/baja. Produsen baja mengubah batu bara menjadi kokas dalam oven kokas, kemudian memasukkan kokas ke blast furnace bersamaan dengan bijih besi dan fluks. Sedangkan jenis batu bara yang diproduksi perseroan adalah hard coking coal (HCC), semi hard coking coal (SHCC), dan green coal (GC).

Baca juga: ARA Setiap Hari, Seberapa Kuat Fundamental Adaro Minerals (ADMR)?

Kondisi tersebut akan berimbas terhadap kenaikan permintaan batu bara metalurgi ke depan. Permintaan impor terbesar diperkirakan tetap berasal dari Tiongkok, India, Vietnam, dan Turki setidaknya dalam 10 tahun mendatang. Permintaan batu bara metalurgi juga diperkirakan datang dari sejumlah negara lainnya.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN