Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Foto: Dok

Kegiatan di pabrik PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Foto: Dok

Bulan Ramadan Topang Penjualan Mayora Indah (MYOR)

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:39 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) memproyeksikan Bulan Ramadan sebagai katalis positif yang menopang kinerja penjualan pada 2022. Meski, tingginya harga bahan baku akan membayangi langkah Emiten consumer goods tersebut dalam meraih target pertumbuhan double digit di tahun ini.

Dalam risetnya, Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengatakan, penjualan Mayora selama tahun 2021 diproyeksikan bertumbuh 14% ditopang oleh meningkatnya penjualan domestik dan ekspor, sejalan dengan pemulihan ekonomi. Namun, tingginya harga bahan baku jadi faktor penekan margin keuntungan pada laporan keuangan 2021.

“Untuk mengatasi tingginya harga bahan baku, perseroan menyesuaikan rata-rata harga jual pada berbagai produknya pada kisaran 5% sampai 8% selama Oktober dan Desember 2021. Dampak dari penyesuaian harga ini, akan terlihat pada kuartal pertama 2022,” jelas Natalia dalam risetnya.

Lebih lanjut, bulan Ramadan diperkirakan menjadi katalis positif bagi penjualan Mayora pada 2022, dengan menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 10% secara tahunan. Namun, proyeksi ini masih dihantui oleh ketidakpastian dari pandemi yang juga menjadi penyebab kesulitan dalam melakukan distribusi melalui jalur laut.

Prospek MYOR
Prospek MYOR

Dengan catatan penyebaran Covid-19 varian Omicron dapat dikendalikan, Natalia memproyeksikan, penjualan selama 2022 dapat meningkat 13,9% dengan bottom line yang juga bertumbuh 7%.

Adapun pada 2021, perseroan menyatakan, laba bersih yang dapat diraih diperkirakan sebesar Rp 1,2 triliun, 31% dan 19% lebih rendah dari konsensus dan proyeksi BRI Danareksa Sekuritas. Karena itu, Natalia memperkirakan adanya tekanan lanjutan pada harga saham MYOR.

“Harga saham MYOR saat ini diperdagangkan dengan rasio price earning (PE) di 29,7 kali, lebih rendah di bawah rata-rata PE 3 tahun yakni 30 kali dan diatas industri konsumsi yakni 18,6 kali. Dengan demikian, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan kepada para investor untuk maintain sell pada saham MYOR,” kata dia.

Sedangkan dari sisi ekspor, NH Korindo Sekuritas berpendapat, Mayora mengalami pelemahan ekspor lantaran Negara tujuan, yakni Asia, mengalami perlambatan pemulihan selama kuartal III-2021. Pasar ekspor perseroan mengalami penurunan hingga minus 6,1% pada periode tersebut. Akan tetapi, pelonggaran aktivitas domestik pada dua Negara tujuan ekspor seperti Malaysia dan Vietnam diharapkan dapat memperbaiki kinerja ekspor.

Asia Tenggara masih menjadi negara tujuan utama dengan kontribusi paling besar. Beberapa produk yang paling diminati, seperti produk permen dan kopi sachet merek Kopiko di Filipina. Kesuksesan produk itu, membuat perseroan memasukan berbagai produk lainya, seperti Beng-Beng, Kiss dan juga Le Minerale.

Harga saham MYOR dalam satu dekade terakhir
Harga saham MYOR dalam satu dekade terakhir

Hingga kuartal III-2021, kinerja penjualan Mayora ditopang oleh domestik sebanyak 65,9% dari total penjualan. Berdasarkan kategorinya, segmen pengolahan makanan tumbuh sederhana sebesar 15,3% secara tahunan menjadi Rp 4,1 triliun, sementara segmen minuman turun 40,1%. NH Korindo Sekuritas memproyeksikan kedua segmen ini kembali merangkak naik sejalan dengan peningkatan dalam konsumsi di luar rumah.

Mayora sebelumnya menyebutkan dalam jangka menengah, perusahaan akan melanjutkan strategi ekspansi dengan mencari tujuan ekspor lainnya. Bahkan baru-baru ini, Mayora sedang membangun fasilitas manufaktur baru untuk meningkatkan kapasitas produksi biskuit dan wafer.

Dengan demikian, NH Korindo Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli pada saham Mayora Indah dengan target harga Rp 2.700 per saham, naik 2,3% dari harga konsensus Rp 2.637 per saham.

Peningkatan kapasitas produksi Mayora, sejalan dengan niat perseroan untuk meluncurkan beberapa produk terbaru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sepanjang tahun ini.

Corporate Media Coordinator Mayora Indah Ronald Atmaja menyebutkan, saat ini, perseroan merencanakan peluncuran lima produk.

“Minimal lima produk akan diluncurkan tahun ini, tapi jumlah tersebut bisa berubah sejalan dengan kondisi yang ada. Peluncuran produk dipengaruhi berbagai faktor,” jelas Indah.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN