Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Foto: Perseroan.

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Foto: Perseroan.

Transaksi Saham ADMR Dibuka Kembali, Bagaimana Arah Pergerakannya?

Jumat, 28 Januari 2022 | 07:52 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspend) perdagangan saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) di pasar reguler dan tunai mulai sesi perdagangan I, Jumat (28/1). Saham anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO) ini sempat dihentikan sementara selama tiga hari sejak 25 Januari dipicu lonjakan harga.

Kepalada Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan dan PH Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Yayuk Sri Wahyuni dalam penjelasan resminya di Jakarta, Jumat (28/1), mengatakan, perdagangan saham ADMR dibuka kembali di pasar reguler dan tunai mulai perdagangan saham hari ini.

Baca juga: Melonjak 950%, Saham Adaro Minerals (ADMR) Kembali Disuspensi

Berdasarkan data, harga saham ADMR telah melonjak sebanyak 950% dari level listing perdana Rp 100 per saham pada 3 Januari 2022 menjadi Rp 1.050 pada 24 Januari 2022. Lonjakan harga saham tersebut membuat transaksi saham ini juga pernah dihentikan sementara pada 13 Januari 2022.

Selain itu, BEI juga memasukkan saham ADMR dalam pemantauan khusus untuk keriteria nomor 10, yaitu dikenakan penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari 1 hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.

Adaro Minerals sebelumnya menggelar IPO dengan melepas sebanyak 6,05 miliar saham atau setara dengan 15% saham. Saham tersebut dilepas direntang harga Rp 100, sehingga total dana yang diraup dari aksi korporasi ini Rp 604,86 miliar.

Terkait prospek bisnis, Adaro Minerals melalui prospektus yang diterbitkan sebelumnya menyebutkan bahwa permintaan batu bara metalurgi berkaitan erat dengan peningkatan permintaan besi baja. Sedangkan permintaan besi baja dipengaruhi atas peningkatan aktivitas perekonomian negara. Dengan kondisi ekonomi global yang terus membaik setelah dihantam pandemi Covid-19, permintaan besi baja diperkirakan kembali meningkat.

Baca juga: ARA Setiap Hari, Seberapa Kuat Fundamental Adaro Minerals (ADMR)?

Batu bara metalurgi dijual ke produsen baja yang digunakan untuk memproduksi pig iron/baja. Produsen baja mengubah batu bara menjadi kokas dalam oven kokas, kemudian memasukkan kokas ke blast furnace bersamaan dengan bijih besi dan fluks. Sedangkan jenis batu bara yang diproduksi perseroan adalah hard coking coal (HCC), semi hard coking coal (SHCC), dan green coal (GC).


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com