Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) atau Bank Mas. (Foto: Perseroan)

PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) atau Bank Mas. (Foto: Perseroan)

Bank Mas (MASB) Bisa Raup Dana hingga Rp 650 Miliar dari Penukaran Waran

Sabtu, 29 Januari 2022 | 14:34 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) atau Bank Mas, yang merupakan bagian dari Wings Group, menyatakan bahwa waran perseroan dapat ditukar pada 2022 dengan harga Rp 3.500. Setelah penukaran waran tersebut, Bank Mas mengharapkan mendapat tambahan dana Rp 500-650 miliar.

Dengan tambahan dana hasil penukaran waran, ekuitas MASB bakal menjadi Rp 3,22 triliun atau memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang modal minimum Rp 3 triliun.

Adapun waran tersebut diterbitkan saat Bank Mas melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada Juni 2020. Ketika itu, perseroan memperoleh dana Rp 625,5 miliar, dengan melepas sebanyak 186.176.500 saham atau 15% kepada publik. Harga IPO dipatok Rp 3.360 per saham, dengan disertai waran yang dapat ditukar pada tahun ini pada harga Rp 3.500.

Sementara itu, hingga akhir Desember 2021 (unaudited), Bank Mas membukukan total asset sebesar Rp 23,33 triliun atau tumbuh 7,92% dari posisi Desember 2020 yang sebesar Rp 21,5 triliun. Dana masyarakat sebesar Rp 20,17 triliun atau tumbuh 4,44% dari posisi Desember 2020 yang sebesar Rp 19,3 triliun. Kredit yang disalurkan mencapai sebesar Rp 7,88 triliun atau tumbuh 5,31% dibanding posisi Desember 2020 yang sebesar Rp 7,48 triliun.

Baca juga: Perkuat Layanan Digital, Bank Milik Grup Wings (MASB) Rekrut Mantan Dirut LinkAja

Adapun laba Bank Mas pada Desember 2021 sebesar Rp 212,43 miliar atau tumbuh 96,35 % dari posisi Desember 2020 yang sebesar Rp 108,19 miliar. Laporan keuangan MASB tersebut sedang dalam proses audit oleh KAP Gani Sigiro & Handayani dari Grant Thornton.

Pada 28 Januari 2021, Bank Mas telah menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Pemegang saham mengangkat Haryati Lawidjaja sebagai direktur layanan perbankan digital (digital banking services). Haryati Lawidjaja bukanlah orang baru di industri keuangan digital dan bisnis digital.

Perempuan yang akrab dipanggil Fey ini pernah menjabat sebagai direktur utama LinkAja. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat di berbagai posisi strategis di BTPN, Adknowledge Asia Pacific, Telkomsel, Nokia Indonesia, Nokia Finlandia, Hutchison Telecom, XL, dan Arthur Andersen.

“Dengan berbagai pengalaman Fey di bisnis digital termasuk keuangan digital, kami optimistis Bank Mas dapat melayani kebutuhan masyarakat Indonesia, termasuk UMKM secara lebih ekstensif, terutama dalam mendorong inklusi keuangan dan ekonomi di Indonesia,” kata Direktur Utama Bank Mas Ho Danny Hartono dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/1).

Baca juga: Bank Mayora Jadi Bank Digital, Nasib Karyawan? Ini Penjelasan BNI (BBNI)

Hal itu sejalan dengan strategi Bank Mas saat IPO Juni 2020 yang akan memasuki layanan digital banking untuk meningkatkan dan memperluas layanan kepada masyarakat Indonesia termasuk UMKM, sebagai bagian mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan dan ekonomi di Indonesia.

Dari sisi layanan digital banking, Bank Mas sudah memiliki fasilitas online onboarding sehingga calon nasabah tidak perlu datang ke cabang untuk menjadi nasabah saat membuka rekening. Fitur produk lainnya pada aplikasi digital Bank Mas dapat diunduh di Google Apps Store dan Apple Apps Store.

Salah satu manfaat yang dapat dinikmati nasabah layanan digital banking ini, nasabah dimanjakan dengan gratis biaya transfer antarbank dengan menggunakan aplikasi mobile banking, juga penarikan uang tunai di ATM yang tergabung dalam jaringan Prima dan Alto. Bank Mas juga memiliki layanan Laku Pandai dan pembayaran melalui QRIS untuk mendukung inklusivitas layanan perbankan.

Baca juga: Bangun Platform, Allo Bank (BBHI) Gandeng Bank Digital Terbesar di Dunia

Saat ini, Bank Mas sedang mempersiapkan peningkatan platform digitalnya agar dapat memberikan layanan dan fitur-fitur yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, termasuk UMKM. Salah satu layanan baru yang sedang dipersiapkan adalah fasilitas pinjaman online untuk kebutuhan produktif UMKM dan konsumen personal dengan payroll loan.

Haryati Lawidjaja atau Fey menjelaskan, jalinan kerja sama Grup Wings dengan para mitra dan warung langganan yang ada di dalam supply chain merupakan modal awal bagi Bank Mas bersama dengan Grup Wings untuk meningkatkan pelayanan. Hal ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia secara lebih ekstensif, termasuk di dalamnya membantu mendorong UMKM agar berkembang secara berkesinambungan, terutama di masa sulit akibat pandemi Covid-19.

Fey optimistis dengan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, Bank Mas bisa memberikan kemudahan akses ke berbagai produk perbankan untuk sektor UMKM dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN