Menu
Sign in
@ Contact
Search
Tahun Macan Air

Tahun Macan Air

Reksa Dana dan SBN, Investasi Tepat untuk Pemula di Tahun Macan Air

Kamis, 3 Februari 2022 | 19:25 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Di momen Tahun Baru Imlek, berinvestasi adalah pilihan yang sangat bijaksana dibandingkan menghambur-hamburkan uang. Bagi para investor pemula yang ingin mengembangkan keuangannya, berinvestasi reksa dana dan Surat Berharga Nasional (SBN) menjadi pilihan yang tepat di Tahun Macan Air ini.

Menurut Lead PR & Communication Bibit.id, William, berinvestasi dengan cara-cara yang tepat di produk investasi yang tepat melalui platform yang telah mendapatkan legalitas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan langkah yang tepat bagi setiap orang yang ingin membangun masa depan keuangan yang lebih baik.

Dia memaparkan, ada beberapa alasan mengapa para investor pemula perlu mempertimbangkan untuk berinvestasi reksa dana. Pertama, pengelolaan investasi reksa dana dilakukan oleh manajer investasi yang diseleksi berdasarkan profesionalitas dan rekam jejak yang baik. Kedua, keuntungan dari investasi reksa dana tidak dikenakan pajak. Ketiga, investasi reksa dana dapat langsung dilakukan di aplikasi Bibit dengan sederhana karena pembukaan rekening hanya perlu beberapa menit dan prosesnya 100% online.

“Berinvestasi reksa dana dapat dilakukan dengan mudah di aplikasi Bibit yang notabene berizin yang diawasi oleh OJK,” kata William.

Selain beberapa benefit tersebut, membeli atau menjual reksa dana di Bibit tidak dikenakan biaya komisi. Apabila pengguna ingin mencairkan investasinya, prosesnya juga cukup cepat dan tidak dikenakan biaya. Bagi investor pemula yang mungkin masih belum paham betul soal reksa dana, Bibit juga memiliki fitur Robo Advisor yang bisa membantu investor memilih reksa dana, apakah itu reksa dana pasar uang, reksa dana obligasi atau reksa dana saham yang sesuai dengan profil risiko mereka,” tambah William.

Di sisi lain, Bibit yang dikenal sebagai aplikasi reksa dana untuk pemula juga telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada awal tahun 2022 sebagai Mitra Distribusi penjualan Surat Berharga Negara (SBN).

Terkait hal ini, William mengatakan bahwa di samping reksa dana, berinvestasi di SBN dapat menjadi salah satu alternatif investasi yang cukup menguntungkan. Tidak hanya soal keuntungan, berinvestasi di SBN juga merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam membangun negara karena tujuan dari diterbitkannya SBN adalah untuk membiayai APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Sebagai informasi, Obligasi Negara Ritel seri ORI021 menjadi SBN Ritel yang diterbitkan pemerintah pada tahun ini, sekaligus SBN Ritel pertama di tahun 2022 yang dapat dibeli oleh masyarakat di Bibit. Masa penawaran ORI021 dimulai pada tanggal 24 Januari 2022 dan berakhir pada 17 Februari 2022. Pembelian/pemesanan minimal untuk ORI021 adalah Rp1 juta dan kelipatan Rp1 juta dengan maksimum Rp2 miliar.

Untuk bisa membelinya, para pengguna cukup mengklik icon atau banner “Surat Berharga Negara (SBN)” di homepage aplikasi maupun website Bibit. Dalam hal ini, Bibit bermitra dengan Stockbit Sekuritas untuk mengelola pencatatan dan penyimpanan Rekening Dana Investor SBN milik investor. Nantinya, setelah investor melakukan pembayaran untuk transaksi SBN, investor akan menerima bukti transaksi berupa Bukti Penerimaan Negara (BPN). Di dalam BPN, terdapat Nomor Tanda Penerimaan Negara (NTPN) yang diterbitkan langsung oleh negara serta menjadi bukti kepemilikan SBN yang dibeli.

Selain berkesempatan untuk berkontribusi bagi pembangunan negara, investasi di SBN juga memiliki beberapa keunggulan lain. Pertama, pembayaran kupon dan pokok SBN dijamin 100% oleh negara. Jadi, investor tidak perlu khawatir akan adanya risiko gagal bayar.

Aplikasi Bibit.id
Aplikasi Bibit.id

Kedua, imbal hasil yang SBN tawarkan lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito bank BUMN. ORI021 ditawarkan dengan kupon fixed atau tetap 4,9%, tenor tiga tahun, dan dapat diperjualbelikan. Ini lebih tinggi daripada suku bunga acuan BI yang saat ini adalah 3,5%. Ketiga, pajak yang dikenakan pada imbal hasil SBN adalah 10%, lebih rendah dari pajak deposito, yakni 20%.

“Terakhir, SBN bisa menjadi pilihan investasi yang memberikan passive income yang konsisten kepada investor karena kupon atau imbal hasilnya dibayarkan setiap bulan,” tutup William.

Bibit adalah aplikasi investasi reksa dana dan SBN untuk membantu investor pemula mulai berinvestasi dan mencapai tujuan finansial mereka tanpa biaya komisi. Saat ini, Bibit menjadi platform Robo Advisory terdepan di Indonesia, yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan ditunjuk oleh Kementerian Keuangan RI sebagai Mitra Distribusi Resmi SBN.

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com