Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia melakukan bongkar muat penumpang dan bagasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia melakukan bongkar muat penumpang dan bagasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bukan hanya Garuda (GIAA), Emiten-emiten Ini juga Berjibaku dengan PKPU

Jumat, 4 Februari 2022 | 15:16 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex baru saja dinyatakan bebas dari penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) pada 25 Januari 2022. Ke depan, Sritex tetap harus memenuhi kewajibannya sesuai dengan rencana perdamaian yang dihomologasi.

Namun demikian, saat ini masih ada lima emiten yang berjibaku dalam PKPU sebagaimana putusan pengadilan, yaitu PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM), PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO), dan PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM).

Advertisement

Baca juga: Waskita Beton Precast (WSBP) PKPU, Seberapa Besar Utangnya?

Status PKPU Garuda Indonesia saat ini adalah PKPU tetap setelah diperpanjang selama 60 hari yang berakhir pada 21 Maret 2022. Perpanjangan ini dilakukan secara aklamasi atas permintaan dari debitur dan mayoritas kreditur.

Sedangkan, Waskita Beton Precast ditetapkan PKPU sementara pada 25 Januari 2022 oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Adapun Dua Putra Utama Makmur saat ini dalam PKPU sementara setelah putusan Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Semarang pada 26 Januari 2022. Adapun rapat kreditur pertama dijadwalkan pada Jumat (4/2) dan batas akhir pengajuan tagihan bagi kreditur pada Jumat (11/2).

PKPU Pelangi Indah Canindo pada 13 Januari 2022 lalu telah diperpanjang menjadi PKPU tetap III selama 42 hari. Selanjutnya telah ditetapkan rapat pembahasan proposal perdamaian lanjutan dan rapat pemungutan suara atas perpanjangan PKPU tetap III akan dilanjutkan pada 24 Februari 2022.

Sementara itu, PKPU Tridomain Performance Materials sudah dalam tahap mengajukan proposal perdamaian baru pada saat sidang pembahasan rencana perdamaian pada 27 Januari 2022 di Pengadilan Niaga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Namun, mengenai skema dalam proposal perdamaian, perseroan belum dapat ungkapkan di publik atau belum dapat dipublikasikan karena ini masih rahasia yang ditujukan hanya untuk kreditur,” kata Presiden Direktur Tridomain Performance Materials, Harjono dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Jumat (4/2).

Baca juga: Kreditur Minta Status PKPU TDPM Diperpanjang

BEI sendiri memberikan notasi khusus untuk emiten yang dalam permohonan PKPU, yakni notasi ‘M’. Selain lima emiten yang sudah masuk PKPU di atas, ada satu emiten lain yang dicap notasi ‘M’ oleh BEI, yaitu PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU).

Namun, PKPU terhadap SDMU masih dalam bentuk permohonan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tertanggal 24 Januari 2024. Permohonan itu didaftarkan oleh Jati Sejati Investment Ltd.

Dalam keterbukaan informasi BEI pada 25 Januari 2022, Corporate Secretary Sidomulyo Selaras Jonathan Walewangko menjelaskan, perseroan belum mengakui besaran tagihan yang didaftarkan oleh Jati Sejati Investment Ltd ke Pengadilan Niaga dikarenakan tidak pernah terjadi komunikasi antara perseroan dengan kuasa hukum Jati Sejati Investment Ltd.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN