Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor kawakan Lo Kheng Hong. Foto: IST

Investor kawakan Lo Kheng Hong. Foto: IST

Lo Kheng Hong Lebih Milih Beli Saham Ini Ketimbang Bank Digital, Mercy Harga Avanza!

Kamis, 10 Februari 2022 | 14:13 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Investor saham kawakan Lo Kheng Hong mengungkapkan lebih memilih saham perusahaan tambang batu bara ketimbang membeli saham bank digital.

Dia menegaskan tak mengoleksi saham perusahaan digital satupun. Menurut Lo Kheng Hong, saham perusahaan digital sangat mengerikan bagi dirinya sebagai value investor.

Advertisement

Baca juga: Lo Kheng Hong: BCA (BBCA) Wonderful Company, Santai Saja Bisa Cuan Rp 300 Miliar

“Saya di portofolio saya sama sekali gak ada perusahaan digital. Sangat mengerikan bagi saya sebagai value investor. Gak mungkin saya beli bank kecil aset di bawah Rp 10 triliun tapi price to book 50 kali. Sedangkan ada bank yang asetnya Rp 200-300 triliun, price to book hanya 0,5. Gak mungkin saya beli perusahaan digital,” kata dia dalam diskusi online bertajuk Investasi di 2022: It’s My Dream yang disiarkan melalui akun Instagram goodlifebca, Selasa (8/2).

Lo Kheng Hong menambahkan, ada perusahaan digital laba tahun 2021 hanya paling Rp 250 miliar tapi valuasinya Rp 100 triliun. “Jadi gak mungkin saya membeli seperti itu,” terang Lo Kheng Hong.

Dia menekankan lebih suka membeli saham-saham seperti perusahaan tambang batu bara atau saham bank yang price to book hanya 0,5.

Baca juga: Anak Usaha Erajaya (ERAA) “JD Sport” Buka Outlet Pertama di Mall Kelapa Gading

“Jadi gak mungkin saya membeli perusahaan digital. Gak masuk akal bagi saya. Jadi saya hanya mau membeli Mercy harga Avanza. Bukan Bajaj yang dijual harga Mercy. Bajaj yang dijual harga Mercy tentu saya gak mau beli tapi kalau Mercy yang dijual harga Avanza ya saya mau beli,” pungkas Lo Kheng Hong.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN