Menu
Sign in
@ Contact
Search
Mata uang kripto, bitcoin. ( Foto: Getty Images )

Mata uang kripto, bitcoin. ( Foto: Getty Images )

Seminggu Terakhir, Laju Bitcoin Cenderung Stagnan

Kamis, 17 Februari 2022 | 09:45 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Setelah mengalami tren kenaikan dalam beberapa pekan terakhir, Bitcoin (BTC) telah memasuki rentang konsolidasi yang sempit. Bitcoin bergerak stabil direntang US$ 42.500 (sekitar Rp 606 juta) dan US$ 46.000 (sekitar Rp 656 juta) selama seminggu terakhir.

Momentum Bitcoin tampak cukup kuat untuk saat ini. US$ 46.000 (sekitar Rp 606 juta) menjadi level resistance pertama yang perlu dilampaui. Level resistance selanjutnya ada di kisaran US$ 50.000 (sekitar Rp 713 juta) dan US$ 52.000 (sekitar Rp 741 juta). Bitcoin perlu menguji kedua rata-rata pergerakan 200 harian ini dan juga level US$ 52.000 (sekitar Rp 713 juta), yang sebelumnya sempat menjadi level resistance yang kuat.

Jika harga bergerak ke bawah, maka US$ 42.500 (sekitar Rp 606 juta) telah menjadi support yang kuat selama sepekan terakhir. Jika breakout terjadi di bawah level ini, maka harga kemungkinan akan kembali ke level US$ 30.000an (sekitar Rp 427 juta).

Baca juga: Prospek Bitcoin di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Kenaikan Suku Bunga

Mengenai pergerakan pasar di minggu ketiga Februari 2022, Country Manager Luno Indonesia Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan, sejauh ini, Bitcoin masih menunjukkan volatilitas yang rendah, dan diperdagangkan di rentang konsolidasi yang sempit, yakni US$42.000-46.000 (sekitar Rp 599-656 juta). Pergerakan harga yang cenderung melambat ini kemungkinan disebabkan oleh faktor isu konflik antara Rusia dan Ukraina yang kian memanas.

Akibatnya, investor menjadi ragu untuk menentukan langkah mereka di pasar kripto. Sentimen serupa juga tercermin di Indeks Fear & Greed dimana indeks tersebut kembali menunjukkan level Fear.

 “Jika BTC mampu menembus resistance level terkuatnya di kisaran US$ 46.000 (sekitar Rp 656 juta), maka tidak menutup kemungkinan volume perdagangan di pasar akan meningkat dan altcoin akan mulai bergerak naik,” kata Jay dalam risetnya, Kamis (17/2).

Di sisi lain, volatilitas Bitcoin masih terpantau rendah, dan terkonsolidasi di rentangan yang sempit. Saat laporan ini ditulis, Bitcoin tengah diperdagangkan di kisaran US$ 44.000 (sekitar Rp 627 juta). Meskipun tidak ada pergerakan harga yang signifikan, berita terkait kripto telah banyak diperbincangkan. Dalam sepekan terakhir, berita ekonomi makro kembali menjadi topik hangat dimana angka inflasi di AS terus meningkat sebagai dampak ketakutan geopolitik akibat situasi tegang Rusia-Ukraina.

Korelasi antar koin-koin dengan market cap besar masih tinggi, namun tidak setinggi minggu lalu. Tiga koin teratas masih belum mengalami perubahan berarti sejak minggu lalu. Untuk saat ini, ETH menunjukkan pergerakan sebagai alternatif BTC.

Beberapa koin dengan kinerja terbaik di 2021 tidak menunjukkan performa yang sama di 2022. SOL turun 42% di tahun ini dan menjadi salah satu altcoin berkinerja terburuk dalam sepekan terakhir, bersama dengan Axie dan Near.

Baca juga: Berapa Harga Bitcoin Saat Pertama Kali Diciptakan?

Meskipun Solana dan Near mencatatkan performa yang buruk, koin Tier-1 lainnya menunjukkan kinerja yang cukup baik. AVAX dan EGLD menguat pada pekan lalu dan masuk sebagai tiga koin berkinerja terbaik dalam seminggu terakhir.

Adapun, kenaikan Bitcoin sebesar 14% sejauh ini di bulan Februari telah menempatkan Bitcoin sebagai pemimpin di antara semua indeks altcoin. Indeks kapitalisasi besar menyusul setelah Bitcoin dengan kenaikan sebesar 11%.

Indeks kapitalisasi kecil dan menengah juga menyusul dengan kenaikan sebesar 8% dan 7%. Koin beta yang termasuk di dalam indeks-indeks tersebut mengalami pemulihan harga yang cukup signifikan kemarin malam. Karena kinerja baik dari Bitcoin akhir-akhir ini, dominasi Bitcoin telah naik dari 39% pada awal bulan Januari menuju 42,4%, level tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Jika rebound di pasar terus berlanjut, maka para trader atau investor berisiko tinggi mungkin akan beralih dari Bitcoin kepada altcoin kecil lain, dan dominasi Bitcoin kemungkinan akan turun ke kisaran 40%.

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com