SWIPE UP TO READ
 Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Usaha robot trading ilegal. (Foto: Biro Humas Kemendag/Bappebti)

Usaha robot trading ilegal. (Foto: Biro Humas Kemendag/Bappebti)

Nah Loh, SWI Terus Buru Para Influencer SoalPemasaran Investasi Ilegal

Senin, 21 Februari 2022 | 20:00 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Satuan Tugas Waspada Investasi (SWI) yang beranggotakan 12 kementerian dan lembaga termasuk kepolisian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian tengah memburu para influencer yang dianggap telah merugikan masyarakat luas atas aksinya dalam melakukan pom-pom atau memasarkan investasi ilegal.  

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menuturkan, kegiatan afiliator yang merekomendasikan broker luar negeri merupakan kegiatan yang bertentangan dengan undang-udang. Hal ini berkaitan dengan influencer yang merekomendasikan trading binary option.

Advertisement

"Kami tegas mengatakan semua kegiatan afiliator yang merekomendasikan broker luar negeri adalah bertentangan dengan perundang-undangan. Oleh karena itu, kami meminta untuk menghentikan promosi kegiatan broker di luar negeri dan hentikan kegiatan trading yang menjebak masyarakat kita," katanya dalam media briefing terkait Satgas Waspada Investasi (SWI), Senin (21/2).

Baca juga: Bareskrim Polri Lagi Usut 6 dari 19 Robot Trading Ilegal, Cek Ini Daftarnya..

Tongam pun mengungkapkan bahwa pihaknya tidak melihat binary option merupakan tempat investasi atau perdagangan aset. Menurutnya, binary option ini cenderung dengan kegiatan perjudian. "Tidak ada barang yang diperdagangkan dan bukan merupakan investasi. Binary option ini tebak-tebakan suatu aset tertentu naik atau turun pada periode tertentu, ini cenderung pada perjudian. Kita mempertaruhkan jumlah uang sesuai dengan tebakan kita, kalau benar kita dapat uang kalau tidak, kita rugi atau kehilangan uang," pungkas dia.

Tongam juga menyinggung kasus influencer yang menjadi afiliator dari binary option, Binomo, Quotex, dan Oxtrade. Tongam mengatakan influencer yang menjadi mempromosikan pialang itu sudah dipanggil oleh SWI. Influencer tersebut yakni Indra Kesuma, Vincent Raditya, Erwin Laisuman, Kenneth Wiliam, dan Doni Muhammad Taufik.

Senada, Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan Bappebti Aldison meminta para artis untuk memberhentikan promosi investasi OctaFX. Sebab, aktivitas yang dilakukan OctaFX itu kegiatan yang ilegal.

Baca juga: Opsi Binari dan Robot Trading Ibarat Teman Makan Teman

“Jadi, artis yang terlibat dalam informasikan  itu kami himbau dulu untuk menghentikan kegiatannya, karena itu kegiatan ilegal. Selanjutnya berproses karena Bappebti mempunyai kewenangan melakukan penindakan khususnya dalam UU perdagangan berjangka tentunya akan berproses," kata dia.

Sementara itu, Kanit IV Subdit V Dittipidaksus Bareskrim Polri AKBP Yogie Hardiman menegaskan, pihaknya terus mendalami terkait potensi dugaan tindak pidana penipuan sampai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hal tersebut terutama khusus perkara terkait platform Binomo.

"Kenapa pemeriksaan kita tetapkan kepada afiliator, karena memang mereka yang menjanjikan dan mempromosikan sesuatu yang fantastis, seperti tidak pernah rugi, dan lain sebagainya. Atas janji tersebut kita lakukan pendalaman," tegasnya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN