Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Batu bara. Foto ilustrasi: IST

Batu bara. Foto ilustrasi: IST

Prospek Positif, Saham-Saham Batu Bara Makin Membara

Selasa, 22 Februari 2022 | 18:23 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Prospek emiten sektor batu bara diprediksi positif pada 2022. Hal ini seiring dengan kenaikan harga batu bara yang meningkat. Disertai dengan meningkatnya permintaan akibat dari pertumbuhan ekonomi dunia yang mulai pulih akibat dihantam Covid-19. Serta, adanya eskalasi Rusia-Ukraina akan membuat saham-saham batu bara yang melantai di Bursa Efek Indonesia akan makin membara.

Head of Research and Investment PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan harga saham batu bara mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Apabila pada awal 2021 harga kontrak batu bara hanya berkisar di US$ 100 per ton metrik, kini sudah dikisaran diatas US$ 200 per ton metrik. “Hal ini diperkirakan setidaknya akan mendongkrak kinerja dari para emiten batu bara pada 2022,” ungkap Wawan kepada Investor Daily, Selasa (22/2).

Advertisement

Baca juga: Mirae Asset Sekuritas: Tiga Saham Batu Bara Berpotensi Membara

Hal ini, lanjut Wawan, juga dipengaruhi permintaan batu bara yang meningkat. Seiring dengan pemulihan perekonomian dunia sehabis dihantam Covid-19 yang terjadi pada tahun ini. Pemulihan ini membutuhkan energi yang lebih besar, salah satunya juga berasal dari batu bara. Ditambah lagi, eskalasi Rusia-Ukraina yang meningkat sehingga kebutuhan energi semakin tinggi.

“Melihat ini, dalam jangka pendek paling tidak enam bulan ke depan prospek emiten batu bara akan sangat baik. Harganya pun diperkirakan tidak akan turun dibawah US$ 200 per ton metrik,” jelasnya.

Untuk saham-saham sektor batu bara, Wawan merekomendasikan saham ADRO yang dinilainya masih menguntungkan dan memiliki potensi kinerja yang baik pada tahun ini. Terlebih, keduanya memiliki angka ekspor batu bara yang masih sangat besar. Ia pun memasang target harga ADRO di Rp 2.700. Selain itu, saham ITMG juga layak dikoleksi pada tahun ini. “Dengan target harga sebesar Rp 25.000,” papar Wawan.

Baca juga: Larangan Ekspor Batu Bara Berdampak ke Kinerja Neraca Perdagangan  

Hal senada diungkapkan oleh Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada. Ia mengungkapkan permintaan batu bara masih akan tinggi tahun ini. Mengingat batu bara masih menjadi pilihan utama industri manufaktur untuk sumber energi di seluruh dunia. Terlebih, saat ini, menjadi tahun pemulihan dari industri manufaktur seiring dengan pemulihan ekonomi. “Hal ini akan membuat emiten batu bara mengalami peningkatan volume penjualan ntuk memenuhi permintaan yang tinggi tersebut,” tambahnya.

Reza merekomendasikan beberapa saham batu bara yang berpotensi melaju di tahun ini. Saham-saham tersebut adalah ABMM dengan target harga Rp 1.850, ITMA target harga Rp 750, ITMG target harga Rp 25.000, ENRG target harga Rp 210, PTBA target harga Rp 3.100, ADRO target harga Rp 2.400, PTRO target harga Rp 2.700.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN