Menu
Sign in
@ Contact
Search
BTS XL Axiata (Foto: Dok.PR)

BTS XL Axiata (Foto: Dok.PR)

Bisnis XL Axiata (EXCL) Menguat

Jumat, 4 Maret 2022 | 13:49 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Kinerja PT XL Axiata Tbk (EXCL) diyakini akan melonjak seiring dengan akusisi PT Link Net Tbk (LINK). Aksi korporasi ini pun memberikan dampak positif bagi brand-brand XL.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengatakan, XL Axiata bersama dengan Axaita Malaysia telah mengumumkan aksi akusisi Link Net di harga Rp 4.800 per saham atau setara harga rata-rata dengan periode 90 hari.

Dalam aksi ini, XL memegang 20% saham dan Axiata Investments Berhad memiliki 46,03%.

“Akuisisi itu pun akan diikuti dengan aksi tender offer, di mana Axiata Invesment Sdn Bhd diwajibkan untuk melakukan penawaran tender wajib untuk membeli sisa saham LINK. Aksi korporasi rencananya selesai pada kuartal III-2022,” jelas Niko dalam keterangan resmi, Jumat (25/2).

Baca juga: Ini Fokus Pembangunan Jaringan XL Axiata pada 2022

Sebagai informasi, total ekuitas Link Net saat ini senilai Rp 13.08 triliun. Di samping itu, jejak bisnis Link Net pun dinilai menarik dengan 2,8 juta homepass, berlokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya yang menghasilkan average revenue per user (ARPU) tinggi dengan paket bulanan senilai Rp 500 ribu.

“Hal ini berpotensi juga meningkatkan monetisasi seluler XL,” ujar dia.

Prospek EXCL
Prospek EXCL

Selanjutnya, aksi korporasi yang dilakukan perseroan tersebut juga memberikan dampak positif bagi brand-brand XL, seperti XL Home, XL Satu Fiber (2-play) dan AKRAB. Hal tersebut membuat perseroan mengubah strategi bisnisnya pada 2021 yang fokus di pasar rumah tangga. Axiata Investments Berhad belum lama ini menjual 5% saham XL Axiata ke Ferrymount Ltd (FIL). Freymount merupakan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum British Virgin Island.

Adapun Procap Partners Ltd (Procap) George Raymond Zage III masing-masing memiliki secara tidak langsung 2/3 dan 1/3 saham yang ditempatkan di FIL.

Baca juga: Laba Lampaui Ekspektasi, Berikut Pandangan Analis atas Saham XL Axiata (EXCL)

Procap berinvestasi di berbagai perusahaan yang fokus di teknologi di Indonesia dan Asia Tenggara. Procap juga berinvestasi di Provident Growth Fund dan grup GoTo. Dengan kondisi bisnis XL Axiata tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli (buy) saham EXCL dengan target harga Rp 4.250, lebih tinggi dari target harga sebelumnya yang berada di posisi Rp 3.160.

Di sisi lain, XL Axiata berhasil mencetak pertumbuhan kinerja keuangan yang pesat sepanjang tahun lalu. Pertumbuhan tersebut telah melampaui consensus analis. Perseroan membukukan peningkatan pendapatan sebanyak 2,9% dari Rp 26,01 triliun menjadi Rp 26,75 triliun. EBITDA meningkat sekitar 1,7% dari 13,06 triliun menjadi Rp 13,28 triliun. Laba bersih melonjak dari Rp 372 miliar menjadi Rp 1,28 triliun.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengatakan, raihan laba bersih perseroan sepanjang 2021 telah melampaui estimasi atau setara dengan 109,2% dari target BRI Danareksa Sekuritas. Sedangkan raihan pendapatan tahun lalu telah merefleksikan 101,6% dari target BRI Danareksa Sekuritas.

“Kinerja keuangan bisnis mobile perseroan menunjukkan pertumbuhan yang baik pada kuartal IV-2021. Perseroan juga berhasil mengintensifkan belanja modal dengan mengubah struktur pembiayaan,” terang dia dalam riset.

Harga saham EXCL dalam satu dekade terakhir
Harga saham EXCL dalam satu dekade terakhir

Perseroan juga menunjukkan tren keberlanjutan pertumbuhan tahun ini dengan kenaikan diprediksi lebih baik, dibandingkan sektornya.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas menetapkan saham EXCL sebagai pilihan teratas untuk saham telekomunikasi. Pandangan positif terhadap kinerja keuangan XL juga diberikan analis tim riset RHB Sekuritas Indonesia.

Baca juga: Siapkan Jaringan 5G, XL Axiata Siap Dukung Kesuksesan MotoGP Mandalika

Tim ini menyebutkan bahwa realisasi laba bersih perseroan sepanjang 2021 telah merefleksikan 117% dari target yang ditetapkan RHB Sekuritas Indonesia dan mencapai 112% dari perkiraan konsensus analis. Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham EXCL dengan target harga Rp 3.300. Target tersebut mempertimbangkan peluang laba bersih perseroan menjadi Rp 1,3 triliun tahun 2022 dengan pendapatan diperkirakan mencapai Rp 26,67 triliun.

Selain berhasil mencataktan kinerja keuangan, perseroan pada 2021 juga berhasil meningkatkan kekuatan jaringan untuk meningkatkan customer experience dan digitalisasi, yang pada akhirnya ikut mendukung efisiensi bisnis, serta peningkatan penjualan.

Fokus Customer Experience

Teknisi sedang merawat menara BTS 4G XL Axiata di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. (IST)
Teknisi sedang merawat menara BTS 4G XL Axiata di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. (IST)

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, pihaknya telah membelanjakan capex yang lebih besar pada 2021 untuk meningkatkan kualitas jaringan serta meningkatkan digitalisasi guna menghadirkan customer experience yang terbaik.

“Fokus kami bukan untuk merespon persaingan tarif layanan, tetapi lebih pada memberikan customer experience terbaik dan menciptakan nilai bagi pelanggan,” kata dia.

Dian menambahkan, konsolidasi dalam industri akan positif untuk persaingan karena telah menciptakan struktur industri yang lebih seimbang. Ini berarti fokus para pelaku pasar mustinya lebih tertuju pada customer experience daripada memainkan tarif. Karena itu, investasi XL Axiata pada jaringan, serta digitalisasi menjadi strategi perseroan guna menyajikan customer experience terbaik.

Hingga akhir 2021, total jumlah BTS XL Axiata mencapai lebih dari 162.282 unit, dengan BTS 4G meningkat menjadi 77.204.

Baca juga: Telkomsel dan XL Axiata Akan Demo 5G Experience di Sirkuit Mandalika

Sementara itu, fiberisasi telah mencakup lebih dari 50% site. Area yang terlayani jaringan 4G juga bertambah menjadi sebanyak 458 kota kabupaten.

Terus meningkatnya kekuatan jaringan XL Axiata tersebut searah dengan tingkat penggunaan layanan data yang lebih tinggi oleh pelanggan. Selama periode 12 bulan 2021, trafik data XL Axiata meningkat pesat hingga 34% YoY ke 6.549 Petabyte. Hal ini juga selaras dengan kecepatan akses internet yang meningkat 20% sejak awal tahun.

Akses internet yang lebih cepat berdampak positif pada pemakaian aplikasi digital, termasuk aplikasi milik perusahaan, yaitu “myXL” dan “Axisnet”.

Pada kedua aplikasi yang antara lain menawarkan berbagai paket layanan dan juga sarana customer service kepada pelanggan tersebut, masing-masing mengalami peningkatan hingga 3,5x dalam pengguna  aktif bulanan sejak awal pandemi.

Dengan demikian, peningkatan investasi yang telah XL Axiata implementasikan telah terbukti sangat mendukung peningkatan performa bisnis, terutama pada sisi efisiensi biaya serta peluang untuk meningkatkan penjualan produk.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com