Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady

Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady

John Riady: Kolaborasi Kunci Sukses Omnichannel

Selasa, 15 Maret 2022 | 11:10 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady mengatakan, kolaborasi menjadi kunci omnichannel, sebuah model bisnis lintas channel yang mengutamakan pengalaman pelanggan.

Keberhasilan Lippo Group menerapkan strategi omnichannel yang memadukan layanan digital dengan jaringan usaha konvensional, membuat ekosistem bisnis lain ramai mengekor strategi itu.

Advertisement

“Kolaborasi antara lini bisnis konvensional dan digital adalah keniscayaan di dalam lanskap bisnis era digital,” kata John di Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Baca juga: Lippo Group Berkomitmen Terapkan ESG Dalam Bisnisnya

Ia mengatakan, dalam konteks di Indonesia, bisnis konvensional dan digital tidak bisa dilakukan secara fragmentasi maupun parsial. Kemunculan perusahaan teknologi juga membutuhkan infrastruktur bisnis konvensional.

“Ini mengapa Alibaba membeli Department Store atau di sini Tokopedia dengan MPPA,” jelas John.

Lippo Group berkeinginan untuk terus mengembangkan ekonomi digital, termasuk transformasi grup secara keseluruhan. Perusahaan itu juga telah menjadikan PT Multipolar Tbk (MLPL) sebagai lengan investasi di sektor digital, mengingat sedikitnya 40 perusahaan teknologi telah didukung pendanaannya.

Baca juga: Perkuat ESG, Lippo Group Teken Komitmen World Economic Forum Stakeholder Capitalism Metrics di Level Global

Meski demikian, John tidak lantas melepas tentakel bisnis konvensional yang menjadi fondasi Lippo Group. Salah satu dari empat strategi bisnis digital yang dirintis John adalah mengawinkan entitas bisnis digital dengan ekosistem Lippo Group untuk mengokohkan bisnis secara berkelanjutan.

“Kalau dari sisi operasional, selayaknya menerapkan omnichannel yang mengawinkan layanan digital dan fisik, karena biar bagaimanapun transaksi belanja misalnya, sekitar 60% dilakukan offline. Sedangkan untuk model pengembangan, yang terbaik adalah kolaborasi untuk membangun ekosistem yang kuat,” ungkapnya.

Lebih jauh, John mengutarakan bahwa digitalisasi yang tengah berlangsung masif juga tidak bisa dihadapkan vis a vis dengan praktik bisnis konvensional. Biar bagaimanapun, kekuatan bisnis digital harus ditopang dengan keberadaan fungsi aset secara fisik.

Baca juga: Sinergi dengan Lippo Group, Fintech Lending Ringan Genjot Pembiayaan

Secara sederhana hal ini salah satunya, disebabkan faktor demografi yakni besarnya kelompok usia yang membutuhkan pengalaman berbelanja secara fisik. Hal inilah yang mendorong Alibaba untuk mencaplok jaringan department store terbesar di Tiongkok.

“Sektor atau perusahaan tradisional ini memiliki nilai lebih untuk startup. JD.id melakukan hal sama, karena di Tiongkok itu, total pasar ritel modern baru sekitar 50%, online 30%, sisanya pasar tradisional,” kata John.

Sedangkan di Indonesia, 60% transaksi masih dijaring pasar tradisional, ritel modern 30%, sedangkan pasar daring baru 10%. “Karena itu strategi yang terbaik masih Omni, mengkombinasikan antara digital dan riil,” ujarnya.

Baca juga: Matahari (MPPA) Memasuki Tren Pemulihan, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Strategi inipun yang melatari kerja sama MPPA dengan GoTo. MPPA yang memiliki jaringan ritel di seluruh Indonesia itu pun kini telah meluncurkan pula 31 toko virtual.

Perkawinan bisnis digital dengan konvensional yang terbukti efektif itulah memicu sejumlah entitas bisnis mengekor Lippo, salah duanya adalah pembentukan usaha patungan antara Bukalapak Tbk. (BUKA) dengan Trans Retail Indonesia dan afiliasi Erajaya Group dan kehadiran PT Mitra Belanja Anda yang merupakan kongsi anak usaha Erajaya serta Grand Lucky Group.

Kongsi yang pertama, melahirkan AlloFresh. BUKA bersama Grotheum Capital Partners AlloFresh dengan sokongan Trans Retail Indonesia siap menggarap pasar groseri di Tanah Air. Kerja sama ini akan cukup efektif menggaet pasar melalui cara konvensional maupun digital.

Baca juga: MPPA Kuasai Pangsa Pasar, Penjualan Online Ukir Rekor Tertinggi

Trans Retail Indonesia, lanjutnya, telah mengukir pengalaman selama lebih dari dua dekade sebagai pemain ritel, mempunyai jaringan toko hingga pemasok yang luas dan beragam.

Langkah serupa juga ditempuh Erajaya bersama mitranya PT Perjuangan Anak Muda (PAM). Kolaborasi itu akan memanfaatkan keandalan jaringan toko groseri Grand Lucky Group (GLG).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN