Menu
Sign in
@ Contact
Search
Launching Kerjasama BCA x MAMI - (atas) Wakil Presiden Direktur BCA Suwignyo Budiman, CEO & Presiden Director PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Afifa (bawah) EVP Wealth Management BCA Ugahary Yovvy Chandra dan Chief Economist & Investment Strategist Katarina Setiawan dalam acara peresmian kerjasama antara BCA dan MAMI pada Selasa (15/03/2022).

Launching Kerjasama BCA x MAMI - (atas) Wakil Presiden Direktur BCA Suwignyo Budiman, CEO & Presiden Director PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Afifa (bawah) EVP Wealth Management BCA Ugahary Yovvy Chandra dan Chief Economist & Investment Strategist Katarina Setiawan dalam acara peresmian kerjasama antara BCA dan MAMI pada Selasa (15/03/2022).

Pasar Asia Dinilai Paling Kokoh, Yuk Investasi ke Reksa Dana MANSYAF di BCA (BBCA)!

Selasa, 15 Maret 2022 | 20:17 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Di tengah volatilitas global, pasar di Kawasan Asia Pasifik mampu memberikan kinerja yang lebih resilien. Menangkap potensi ini, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menggandeng Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dengan mendistribusikan Reksa Dana Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF).

Wakil Presiden Direktur BCA Suwignyo Budiman mengatakan, reksa dana tersebut akan ditawarkan melalui cabang BCA yang melayani transaksi reksa dana dan aplikasi Welma (wealth management). Welma sendiri adalah aplikasi investasi dan asuransi yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun, yang menawarkan produk seperti reksa dana, obligasi, dan asuransi.

Baca juga: Net Buy Melonjak, Asing Agresif Borong Saham BBRI, TLKM, dan BBCA

Adapun, potensi wealth management saat ini menurutnya sangat menarik. Hal tersebut dapat terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, jumlah kenaikan kelas menengah, dan jumlah investor yang tumbuh pesat dalam lima tahun terakhir. Hal itu juga tercermin dari pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) di BCA yang melesat lebih dari 50% YoY (year on year) di angka Rp 87 triliun pada 2021. 

“Kerja sama antara BCA dengan MAMI merupakan bagian dari langkah kami untuk memberikan solusi Wealth Management, khususnya produk investasi bagi nasabah BCA.  Melalui kemitraan ini, kami menghadirkan produk investasi yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan para nasabah yang ingin memanfaatkan peluang pertumbuhan investasi yang menarik di kawasan Asia Pasifik melalui reksa dana MANSYAF,” ujar Suwignyo dalam konferensi pers peluncuran kerjasama BCA x MAMI, Selasa (15/03/2022).

Executive Vice President Wealth Management BCA Ugahary Yovvy Chandra menambahkan, MANSYAF akan tersedia di BCA mulai 16 Maret 2022.  Nasabah dapat menghubungi cabang BCA untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai MANSYAF. “Sebagai bagian dari kerja sama antara BCA dengan MAMI dan peluncuran MANSYAF di BCA, kami memberikan benefit khusus bagi para nasabah yaitu cashback hingga Rp 1 juta untuk investasi MANSYAF hingga 31 Mei 2022,” katanya.

CEO & Presiden Direktur MAMI Afifa mengatakan, reksa dana berdenominasi dolar AS ini membuka peluang investasi bagi para nasabah yang ingin menangkap peluang investasi di berbagai pasar di kawasan Asia Pasifik yang memiliki valuasi relatif rendah dan marjin laba yang relatif tinggi.

“Portofolio MANSYAF terdiri dari berbagai saham milik perusahaan-perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang kuat dan memiliki valuasi yang wajar,” ujarnya seraya menambahkan AUM di MAMI pada tahun lalu mengalami pertumbuhan 10,8% mencapai Rp 113 triliun lebih.

Ilustrasi kinerja saham Asia
Ilustrasi kinerja saham Asia

Terkait prospek ekonomi Asia, Chief Economist and Investment Strategist MAMI Katarina Setiawan meyakini, pemulihan ekonomi global yang lebih merata pada tahun 2022 akan berdampak positif bagi pasar yang sebelumnya tertinggal.  Perbedaan valuasi pasar saham Asia terhadap pasar di negara maju cukup lebar, saat ini pasar saham Asia berada di level sekitar 25% lebih murah dibandingkan negara maju. 

Selain itu, kawasan Asia juga diuntungkan oleh beberapa faktor, diantaranya siklus ekonomi yang masih melanjutkan akselerasi pemulihan dan inflasi yang lebih terjaga dibandingkan kawasan negara maju - sehingga memberi ruang kebijakan bagi bank sentral kawasan ini.  Faktor lainnya, yaitu kinerja pasar saham Asia yang mengalami ketertinggalan di 2021, sehingga membuat valuasi pasar berada pada level yang atraktif.

Baca juga: Begini Pandangan Manulife AM terhadap Perekonomian Domestik dan Global

Lebih lanjut Katarina menjelaskan bahwa MANSYAF menangkap potensi pertumbuhan struktural kawasan Asia Pasifik.  Tiap negara di kawasan ini memiliki keunggulannya masing-masing yang menarik. Sebagai contoh, Korea Selatan dan Taiwan memiliki kekuatan di sektor semikonduktor, yang merupakan bahan baku untuk berbagai produk elektronik. Tiongkok memiliki keunggulan pada konsumsi domestik yang besar dan teknologi energi terbarukan. Kawasan ASEAN dan India memiliki potensi ekonomi digital yang besar. Dengan berinvestasi di MANSYAF, investor mendapatkan eksposur pada sektor-sektor tersebut.

“Asia sangat resilien dalam volatilitas global, bahkan faktor fundamentalnya lebih kuat meski ada rencana pengetatan suku bunga The Fed. Sehingga Asia bisa dikatakan jauh lebih siap dalam menghadapi suku bunga The Fed. Apalagi, di 2022 ini proyeksinya laba korporasi di Asia bisa tumbuh 8,8% lebih tinggi dibanding AS 7,7% dan dunia. Alhasil, valuasi emitennya akan lebih menarik dan PE (price to earning ratio) lebih kecil dibanding kawasan lain, sehingga tidak heran jadi incaran asing,” jelasnya.

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com