Menu
Sign in
@ Contact
Search
Desain final bangunan Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) Baru, di Kabupaten Penajam Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) karya seniman Nyoman Nuarta. Foto: Ist

Desain final bangunan Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) Baru, di Kabupaten Penajam Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) karya seniman Nyoman Nuarta. Foto: Ist

Ssst, Ada Kabar! Konsorsium WSKT, WIKA, PTPP akan Ditunjuk Bangun IKN

Rabu, 16 Maret 2022 | 12:45 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah disebut akan menunjuk konsorsium BUMN karya untuk menggarap proyek pembangunan Ibu kota Negara (IKN) Nusantara. Konsorsium terdiri atas PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT PP Tbk (PTPP).

Hal ini mencerminkan kepercayaan pemerintah kepada BUMN karya dan keinginan perusahaan nasional untuk membuktikan kemampuannya.

Adapun, nantinya Sovereign Wealth Fund (SWF) dan swasta baik luar dan dalam negeri akan menggelontorkan dana ke IKN.

Baca juga: KSP: Ground Breaking IKN Tunggu Aturan Turunan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengatakan, Abu Dhabi bakal membenamkan dana senilai US$ 20 miliar. Dana tersebut bakal masuk dalam SWF Indonesia, yakni Indonesia Investments Authority (INA).

“Presiden sudah perintahkan dana dari Abu Dhabi yang masuk melalui SWF sebesar US$ 20 miliar," kata Luhut usai konferensi pers Kick Off Digital Economy Working Group (DEWG) G20 di Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Dana konsorsium Abu Dhabi terdiri dari beberapa negara, salah satunya Tiongkok.

"Abu Dhabi bilang ke saya, Kami itu konsorsium kami macam-macam negaranya, bukan kami sendiri, karena kami mau efisien,” ungkap Luhut. 

Arab Saudi juga menyatakan ketertarikannya melalui Putera Mahkota Mohammed bin Salman dari Arab Saudi juga akan ikut serta akan tetapi masih belum menetapkan besarannya.

Mengenai mundurnya Softbank, Luhut sama sekali tidak masalah dan proyek akan terus berlanjut karena pembangunan Ibu Kota baru seminimal mungkin menggunakan APBN. Porsinya hanya sekitar 20% dari Rp 466 triliun. Sisanya bakal bekerja sama dengan sektor swasta.

Menurut Luhut, alasan selanjutnya adalah pengaruh kinerja internal Softbank. Yaitu, anjloknya saham perusahaan Softbank yang merosot hampir 35% sejak komitmen awal September tahun lalu.

Sebelumnya, Investor Relations Manager Corporate Secretary Waskita Karya Julius Caesar mengungkapkan, Waskita Karya siap mendukung siapapun kepala dan wakil otorita terpilih karena hal tersebut tentu merupakan pilihan terbaik presiden.

“Waskita mengucapkan selamat kepada Bapak Bambang Susantono-Dhony Rahajoe sebagai kepala dan wakil kepala otorita IKN. Semoga proyek IKN segera dapat dimulai dan Kementerian PUPR segera melakukan tender proyek-proyek IKN,” ucap Julius.

Baca juga: Jokowi: Gagasan Pemindahan IKN Sudah Ada Sejak Era Soekarno-SBY

Ia menyatakan, Waskita siap berpartisipasi di proyek IKN. Apalagi, dengan tingkat likuiditas yang sudah jauh lebih baik berkat proses implementasi delapan streams penyehatan Waskita dan dukungan penuh pemerintah selama proses restrukturisasi, perseroan pun optimistis dapat berkontribusi di proyek IKN terutama pada proyek-proyek infrastruktur dasar yang di-cover APBN.

“Sebagai komitmen perseroan berpartisipasi pada IKN, kita sudah menyiapkan kemampuan likuiditas dan transformasi bisnis yang jauh lebih baik. Bahkan, Waskita sudah membentuk tim setingkat SVP dan sudah berkantor di Balikpapan,” tambah dia.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com