Menu
Sign in
@ Contact
Search
 Harga timah di ICDX pada penutupan minggu kedua Maret ditutup menguat lebih dari 6% secara mingguan.

Harga timah di ICDX pada penutupan minggu kedua Maret ditutup menguat lebih dari 6% secara mingguan.

ICDX: Harga Timah Menguat Lebih Dari 6%

Kamis, 17 Maret 2022 | 10:40 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga timah di ICDX pada penutupan minggu kedua Maret ditutup menguat lebih dari 6% secara mingguan. Ketatnya pasokan dari negara produsen, ditambah dengan meningkatnya biaya transportasi, terutama melalui atau ke Eropa, yang dipicu oleh konflik Ukraina, menjadi katalis positif yang mendorong harga timah untuk melanjutkan rally bullish-nya.

Harga timah sebelum dimulainya invasi Rusia ke Ukraina berada pada level $$44 ribu per ton, melonjak hingga mencapai level US$ 50 ribu per ton, atau melonjak lebih dari 10% setelah invasi.

Baca juga: Pertumbuhan Laba Timah (TINS) akan Berlanjut, Target Harga Sahamnya Direvisi ke Rp 1.900

Dari Indonesia, PT Timah Tbk melaporkan penurunan baik produksi maupun penjualan sepanjang 2021. Produksi bijih timah dan logam timah masing-masing turun 37,95% dan 42,09%, sedangkan penjualan turun 52,31%. Untuk transaksi ekspor timah yang dilakukan melalui ICDX pada Februari mencapai 2.472,41 metrik ton atau naik 1492% secara bulanan, namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu mengalami penurunan sebesar 24,80 persen.

Sementara itu, laporan terbaru dari Shanghai Metal Market (SMM) menunjukkan produksi timah olahan domestik Tiongkok turun 10,48% menjadi 12.165 metrik ton pada Februari. Hari kerja efektif yang lebih sedikit di bulan Februari serta beberapa smelter yang masih dalam pemeliharaan memicu penurunan tersebut. SMM juga menambahkan bahwa produksi Maret diharapkan meningkat menjadi 13.450 metrik ton.

Baca juga:  Wow, Transaksi Timah ICDX Melonjak 50% Dalam Dua Bulan Pertama

Research and Development Department ICDX menyebut varian Omicron yang memicu wabah Covid kembali melonjak dan telah menyebar ke 18 provinsi, memaksa pemerintah Tiongkok untuk kembali memberlakukan lockdown di 10 wilayah, termasuk kota Shenzhen yang merupakan pusat teknologi TIongkok. Situasi ini memicu kekhawatiran akan mengganggu keseimbangan pasar timah global karena Tiongkok adalah produsen dan konsumen timah terbesar di dunia.

Pasokan bahan baku timah ke Tiongkok sempat terganggu setelah ditemukannya kasus Covid di Panghsang, Myanmar pada akhir Februari lalu yang menyebabkan perbatasan ditutup hingga awal Maret. Kota Panghsang merupakan jalur distribusi penting untuk transportasi produksi timah di kawasan Man Maw Myanmar ke Tiongkok.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com