Menu
Sign in
@ Contact
Search
Orang-orang sedang berfoto di markas raksasa perusahaan e-commerce Tiongkok, Alibaba di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur. Foto diambil beberapa waktu sebelum pandemi pecah. (FOTO: KELLY WANG / DAN MARTIN / AFP)

Orang-orang sedang berfoto di markas raksasa perusahaan e-commerce Tiongkok, Alibaba di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur. Foto diambil beberapa waktu sebelum pandemi pecah. (FOTO: KELLY WANG / DAN MARTIN / AFP)

Alibaba Tingkatkan Buyback Saham Menjadi US$ 25 Miliar

Selasa, 22 Maret 2022 | 17:45 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

BEIJING, investor.id – Alibaba telah meningkatkan program pembelian kembali sahamnya (buyback) hingga dua pertiga, menjadi US$ 25 miliar, menjadi rencana pembelian kembali terbesar yang pernah dilakukan oleh raksasa e-commerce. Perusahaan berencana menopang sahamnya yang babak belur saat melawan pengawasan pemerintah Tiongkok dan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan.

Rencana tersebut muncul di tengah reli saham sektor teknologi dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini dipicu pernyataan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok akan meluncurkan lebih banyak langkah untuk meningkatkan ekonomi serta langkah-langkah kebijakan yang menguntungkan untuk pasar modal.

Ini adalah kedua kalinya Alibaba Group Holding memperluas program buyback dalam setahun. Perusahaan telah menaikkan programnya dari US$ 10 miliar menjadi US$ 15 miliar pada Agustus 2022.

Saham perusahaan telah anjlok lebih dari 50% tahun lalu.

Baca juga: Riset: Perdagangan Tiongkok Menguntungkan Barat Daripada Rusia

“Buyback saham yang lebih besar menggarisbawahi kepercayaan kami pada potensi pertumbuhan dan penciptaan nilai jangka panjang Alibaba yang berkelanjutan,” kata wakil kepala keuangan perusahaan Toby Xu, Selasa (22/3).

“Harga saham Alibaba tidak cukup mencerminkan nilai perusahaan, mengingat kesehatan keuangan dan rencana ekspansi kami yang kuat,” tambahnya.

Saham Alibaba naik 4,8% di Hong Kong setelah berita tersebut. Di bursa Amerika Serikat (AS), sahamnya ditutup turun 4,3% kemarin.

Fokus Pada Bisnis UtamaKeputusan buyback Alibaba dinilai masuk akal, mengingat bagaimana tindakan pemerintah Tiongkok melawan perilaku monopoli. Ekspansi modal yang tidak teratur akan membatasi peluangnya untuk investasi baru, kata Rukim Kuang, pendiri Lens Company Research yang berbasis di Beijing.

“Raksasa internet akan mulai kembali fokus pada bisnis utama mereka di masa depan. Akibatnya, perusahaan seperti Alibaba tidak perlu menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di pembukuan mereka,” tambahnya.

Alibaba mengatakan perusahaan memiliki US$ 75 miliar dalam bentuk tunai, setara kas dan investasi jangka pendek pada akhir Desember 2021.

Perusahaan telah berada di bawah tekanan sejak akhir 2020 ketika pendirinya, miliarder Jack Ma, secara terbuka melontarkan kritik atas sistem regulasi Tiongkok.

Pukulan dari Regulator

Pihak berwenang kemudian menghentikan penawaran saham perdana (initial public offering/ IPO) bernilai besar, yang direncanakan dari lengan keuangannya Ant Group. Regulator menampar Alibaba dengan denda US$ 2,8 miliar karena perilaku anti persaingan, memicu penurunan panjang dalam sahamnya.

Baca juga: Raksasa Properti Tiongkok Evergrande Tangguhkan Perdagangan Lagi

Meningkatnya persaingan dari para pesaing, melambatnya konsumsi, dan pasar e-commerce yang matang juga telah memukul kinerjanya.

Dalam rilis pendapatan terakhirnya, Alibaba membukukan pertumbuhan pendapatan 10% secara tahun ke tahun (YoY), hasil kuartal paling lambat sejak go public pada 2014 dan pertama kalinya pertumbuhan di bawah 20%.

Perusahaan saat ini sedang bersiap untuk memberhentikan puluhan ribu staf, menurut laporan Reuters awal bulan ini.

Alibaba mengatakan telah membeli kembali sekitar US$ 9,2 miliar sahamnya yang terdaftar di AS pada 18 Maret 2022 di bawah program yang diumumkan sebelumnya, yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun ini.

Program senilai US$ 25 miliar saat ini akan efektif untuk periode dua tahun hingga Maret 2024.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com