Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk Garibaldi Thohir. Foto: Primus Dorimulu

Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk Garibaldi Thohir. Foto: Primus Dorimulu

Mayoritas Saham Milik Garibaldi Thohir Melonjak!

Jumat, 8 April 2022 | 17:22 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Mayoritas saham yang dikuasai maupun berkaitan dengan Garibaldi Thohir atau Boy Thohir menunjukkan lonjakan harga sepanjang akhir pekan ini. Bahkan, penguatan saham yang berkaitan dengan dirinya telah mengalami peningkatan sejak awal tahun yang dimotori PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kenaikan harga paling pesat sepanjang hari ini, Jumat (8/4/2022), dicatatkan saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan penguatan Rp 370 (15,29%) menjadi Rp 2.790. Bahkan, kenaikan saham ini telah mencapai 2.690% atau hampir 27 kali lipat terhitung sejak listing perdana 3 Januari 2022.

Advertisement

Lonjakan berikutnya dicatatkan saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) dengan kenaikan Rp 155 (11,40%) menjadi Rp 1.515 pada akhir pekan ini. Sedangkan sepanjang tahun, saham ESSA telah menguat dari Rp 530 menjadi Rp 1.515 atau melambung 185%. Lonjakan kedua dicatatkan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan kenaikan Rp 110 (3,61%) menjadi Rp 3.160. Penguatan sepanjang tahun ini dari Rp 2.250 menjadi Rp 3.160 atau naik 40,4%.

Baca juga: Buka-bukaan Boy Thohir Ungkap Alasan Adaro (ADRO) Kembangkan Bisnis Aluminium

Keluarga Boy Thohir juga menguasai saham PT WOM Finance Tbk (WOMF) melalui PT Wahana Makmur Sejati mencapai 25,01%. Berdasarkan data saham WOMF memang turun Rp 18 (6,08%) menjadi Rp 278 sepanjang hari ini, namun sepanjang tahun ini saham WOMF telah melonjak dari Rp 239 menjadi Rp 278 atau naik 16%.

Saham lainnya yang dimiliki Boy Thohir adalah saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan penguatan hari ini Rp 450 (8,87%) menjadi Rp 5.525. Saham ini telah mengalami penguatan mencapai Rp 3.890 menjadi Rp 5.525 atau melonjak 42%.

Sedangkan tiga saham lainnya masih menunjukkan pergerakan bervariasi, seperti saham PT Citra Mineral Investindo Tbk (CITA) masih turun tipis dari Rp 3.220 menjadi Rp 3.100 sepanjang tahun ini. Hanya saja hari ini, saham CITA naik Rp 100 (3,33%) menjadi Rp 3.100. Saham PT BFI Finance Tbk (BFIN) yang hari ini terkoreksi Rp 5 (0,37%) menjadi Rp 1.340. Hanya saja sepanjang tahun 2022, saham BFIN telah melonjak dari Rp 1.175 menjadi Rp 1.340 atau naik 14%.

Sedangkan emiten yang baru saja diakuisisi Boy Thohir, PT Trimegah Sekuritas Tbk (TRIM) mengalami penurunan harga Rp 4 (1,27%) menjadi Rp 310. Begitu juga dalam sepanjang tahun ini, saham TRIM telah turun dari Rp 340 menjadi Rp 310.

Lonjakan saham tersebut adakah kaitannya dengan rencana listing perdana saham PT GoTo Gojek Tokopedia pekan depan. Sebagaimana diketahui, Boy Thohir juga tecatat sebagai pemegang saham GoTo dan bertindak sebagai komisaris perseroan.

Target Harga

Sebelumnya, Analis Trimegah Sekuritas Willinoy Sitorus dan Hasbie mengatakan, Adaro Minerals memiliki beragam mesin pertumbuhan dalam jangka panjang. Selain tren kenaikan harga batu bara metalurgi, perseroan akan mendapatkan tambahan mesin pertumbuhan dari pengembangan green aluminium (GIA) di Kaltara Industrial Park.

Baca juga: Boy Thohir: Ekosistem GoTo Lengkap

Hal ini mendorong Trimegah Sekuritas merevisi naik target harga saham ADMR menjadi Rp 3.300 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut menggambarkan potensi lonjakan kinerja keuangan perseroan dengan valuasi yang masih atraktif, seiring dengan ketertarikan Adaro Minerals untuk terlibat dalam supply chain kendaraan listrik.

Trimegah Sekuritas memperkirakan lonjakan laba bersih Adaro Minerals menjadi US$ 463 juta tahun 2022, dibandingkan raihan tahun 2021 US$ 155 juta. Sedangkan pendapatan diprediksi melonjak dari US$ 460 juta menjadi US$ 1,01 miliar.

Adapun, analis Samuel Sekuritas Dessy Lapagu mempertahankan rekomendasi beli saham Adaro Energy dengan target direvisi naik menjadi Rp 3.200. Target ini mencerminkan lonjakan laba bersih tahun 2021 dan potensi peningkatan kinerja tahun ini.

Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa keberhasilan Adaro mencetak keuntungan senilai US$ 933 juta pada tahun 2021 ditopang atas pertumbuhan ASP batu bara perseroan mencapai 70%. Pada 4Q21 saja, perseroan meraup laba bersih sebesar US$ 513 juta (+104.3% qoq).


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN