Menu
Sign in
@ Contact
Search
Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). Foto: Perseroan.

Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). Foto: Perseroan.

Tanda-tanda Kebangkitan PTPP

Selasa, 12 April 2022 | 22:22 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT PP Tbk (PTPP) membukukan laba bersih sebesar Rp 266 miliar dan pendapatan Rp 16,76 triliun pada 2021, hanya sekitar 70% dari ekspektasi dan konsensus analis. Meski demikian, emiten pelat merah tersebut diprediksi bangkit tahun ini, seiring fundamental perusahaan yang solid dan mulai pulihnya permintaan proyek-proyek infrastruktur.

Saat ini, PTPP merupakan pemegang proyek konstruksi terbanyak di kawasan Indonesia Tengah dan Timur. Hampir semua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) mayor di sana melibatkan PTPP. Selain itu, masih ada pula lusinan proyek jembatan, bendungan, serta fasilitas publik lainnya.

Apabila rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan berjalan lancar, dapat diperkirakan bahwa PTPP termasuk salah satu perusahaan yang paling diuntungkan. Meski demikian, apabila rencana perpindahan ibu kota disuspensi, PTPP sudah punya strategi untuk memperbaiki kinerja dengan mengintensifkan proyek-proyek lain.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Andreas Kristo mengungkapkan, akibat kinerja kuartal IV-2021 yang lemah, pihaknya merevisi target harga saham PTPP menjadi Rp 1.110 untuk sepanjang 2022. Target tersebut setara dengan P/E 21,7 kali untuk proyeksi 2022, yang merupakan rata-rata P/E 5 tahun. “Kami tetap merekomendasikan buy, namun merevisi turun target harga menjadi Rp 1.110,” jelas Andreas dalam risetnya.

Baca juga: Mayoritas untuk Tol Semarang-Demak, PTPP Alokasikan Capex Rp 4,3 Triliun Tahun Ini

Tahun ini, kinerja PTPP diproyeksi positif, mengingat perseroan juga memiliki kontribusi tidak langsung dari anak-anak usaha. PTPP sekarang memiliki sedikitnya lima anak usaha yang menggarap fokus berbeda-beda, antara lain PT PP Presisi Tbk (PPRE), PT PP Properti Tbk (PPRO), PT PP Infrastructure, PT PP Energy, dan PT PP Urban.

Berdasarkan laporan keuangan, pada kuartal IV-2021, PTPP mencatatkan laba bersih sebesar Rp 136,6 miliar (naik 11,8% secara tahunan dan 214,8% secara kuartalan) dan pendapatan sebesar Rp 5,52 triliun (naik 16,8% secara tahunan dan turun 2,7% secara kuartalan).

Secara akumulatif, laba bersih dan pendapatan di sepanjang 2021 masing-masing mencapai Rp 266 miliar atau naik 62,4% dibanding tahun sebelumnya dan pendapatan Rp 16,76 triliun atau naik 5,9% dibanding periode 2020. Laba bersih PTPP hanya setara 62% dan 72% dari estimasi Samuel Sekuritas dan konsensus analis.

Kinerja operasional yang turun dan naiknya beban bunga menjadi faktor pemberat kinerja PTPP di kuartal IV-2021. Pendapatan turun 2,7% YoY, disertai margin yang lebih rendah 5,6 ppt membuat laba kotor turun 31,3% menjadi Rp 753 miliar dengan marjin laba kotor turun ke 13,6% dari sebelumnya 19,2%.

Beban bunga naik 75,8% yoy ke Rp 561 miliar. Laba dari JV dan pendapatan lain-lain membuat laba bersih di kuartal IV-2021 dapat tumbuh 11,8% menjadi Rp 137 miliar. Kinerja segmen konstruksi yang meningkat di sepanjang 2021. Segmen konstruksi mencatatkan pendapatan yang tumbuh 12,4% menjadi Rp 13,76 triliun dan marjin laba kotor yang naik 0,9 ppt menjadi 11,4%.

Baca juga: Loyalis Jokowi, Andi Gani Terpilih Lagi Jadi Komisaris Utama PTPP

“Pendapatan segmen konstruksi hanya sekitar 74% dibanding pendapatan pre-pandemi, namun marjin laba kotor terus meningkat dari 8,7% di 2019 ke 11,4% pada 2021. Secara keseluruhan, kontribusi segmen konstruksi ke pendapatan dan laba kotor meningkat dari 4,9 ppt dan 15,9 ppt ke 82,5% dan 74,4%, level tertinggi semenjak 2018,” papar Andreas.

Sementara itu, burn rate dan new contract bergerak berlawanan. Burn rate naik 2,1 ppt di sepanjang 2021 ke 19,6%, masih di bawah level pre-pandemi yang sebesar 24,3%. Di sisi lain, new contract turun ke level terendah semenjak 2015 ke Rp 21,34 triliun (-4.1% YoY).

“Kami melihat burn rate akan terus meningkat mendekati level pre-pandemi di tahun-tahun mendatang setelah sempat turun ke level terendah di 17,5%. Kami juga memproyeksikan pertumbuhan positif di new contract setelah dua tahun berturut-turut mencatatkan pertumbuhan negatif,” ulas Andreas.

Dia menambahkan, pihaknya merevisi turun proyeksi keuangan dan target harga atas PTPP dengan mempertimbangkan realisasi new contract dan burn rate di sepanjang 2021. Namun demikian, Samuel Sekuritas mempertahankan target P/E multiple di 21,7 kali untuk proyeksi 2022 dan rating buy pada PTPP.

Baca juga: Ssst, Ada Kabar! Konsorsium WSKT, WIKA, PTPP akan Ditunjuk Bangun IKN

Sementara itu, analis Panin Sekuritas Restu Pamungkas mengungkapkan, terdapat dampak positif terhadap rencana divestasi emiten dengan kode saham PTPP tersebut. Adapun, saat ini PTPP memiliki beberapa proyek jalan tol yang dapat dilepas dalam recycling asset seperti jalan tol ruas Pandaan-Malang dengan kepemilikan 35% dan ruas Semarang-Demak dengan kepemilikan 73%.

Baru-baru ini, PTPP telah melepas seluruh kepemilikan sahamnya yang sebanyak 35% di PT Jasamarga Pandaan Malang kepada PT Astra Tol Nusantara. Divestasi ini dinilai akan memperkuat permodalan dan marjin laba bersih PTPP ke depannya.

Pemerintah telah memutuskan anggaran infrastruktur pada 2022 lebih rendah yaitu senilai Rp 384,8 triliun dibandingkan 2021 yang senilai Rp 417,4 triliun. Kendati demikian, Restu mengingatkan bahwa porsi anggaran masih relatif terjaga yang mengindikasikan pemerintah masih berkomitmen kuat untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Baca juga: Begini Update Perolehan Kontrak Emiten BUMN Konstruksi pada Kuartal I

“PTPP pun tampaknya bakal menjadi perusahaan kontraktor yang diuntungkan dengan anggaran infrastruktur tersebut karena perseroan merupakan salah satu yang dipercaya untuk mengerjakan Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujar dia.

Restu tetap direkomendasikan beli harga saham PTPP, namun target harga diturunkan menjadi Rp 1.350. Menurut data RTI, saham PTPP saat ini memiliki PBV 0,72 kali. PBV ini tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan beberapa emiten konstruksi pelat merah lain, seperti WSKT (1,91 kali) dan WIKA (0,92 kali).

Sedangkan PER-nya 59,23 kali dapat diperbandingkan dengan WIKA (67,84 kali), dan keduanya jauh lebih baik ketimbang WSKT (-1,95 kali). Hal ini menjadikan PTPP salah satu saham yang cukup potensial untuk investasi jangka panjang maupun trading jangka pendek. Perusahaan ini masih memiliki prospek menarik seiring adanya proyek yang terdiversifikasi dan ditunjang oleh kondisi fundamental yang solid.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com