Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Harga minyak jatuh sekitar 4% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan minyak mentah Brent jatuh di bawah US$ 100 per barel 
Sumber: Antara

Harga minyak jatuh sekitar 4% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan minyak mentah Brent jatuh di bawah US$ 100 per barel Sumber: Antara

Produksi Minyak Rusia Merosot, Harga Kembali Melambung di Atas US$100 per Barel

Rabu, 13 April 2022 | 11:13 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tim riset ICDX menyebut, harga minyak kembali melambung diatas level US$ 100 per barel didukung oleh penurunan produksi minyak Rusia serta sinyal kembali memanasnya konflik Ukraina. Meski demikian, proyeksi bernada negatif dari OPEC dan data pasokan minyak Amerika Serikat (AS) membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Produksi minyak Rusia dilaporkan turun menjadi 9,76 juta bph pada 11 April, yang sekaligus merupakan level terendah sejak Juli 2020 yang berada pada kisaran 9,37 juta bph, ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut pada hari Selasa. Sumber tersebut juga menambahkan secara rata-rata produksi pada periode 1 - 11 April mencapai 10,32 juta bph atau turun lebih dari 6% dibanding periode yang sama bulan Maret di level 11,01 juta bph.

Baca juga:Minyak Naik Karena Penguncian Shanghai Melonggar, Produksi Rusia Turun

Sumber lainnya mengatakan bahwa produksi Rosneft, produsen minyak terbesar Rusia, mencatat penurunan produksi terbesar pada 1-11 April, yang turun menjadi 2.87 juta bph dari 3,35 juta bph pada Maret. Kedua berita tersebut menguatkan pernyataan dari Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pekan lalu yang mengatakan produksi minyak Rusia berpotensi turun 4% - 5% pada bulan April.

Turut mendukung pergerakan harga minyak lebih lanjut, eskalasi peningkatan tensi konflik Ukraina kian memuncak setelah Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa mengatakan bahwa pembicaraan damai dengan Ukraina menemui jalan buntu. Putin juga mengisyaratkan rencana serangan dalam tujuh minggu. Di hari yang sama, Presiden AS Joe Biden diperkirakan akan segera mengumumkan paling lambat pada hari Rabu terkait dengan rencana bantuan militer senilai US$750 juta untuk Ukraina.

Baca juga: Minyak Naik Setelah Shanghai Longgarkan Pembatasan Covid-19

Sementara itu, dalam Laporan Pasar Minyak Bulanan yang dirilis hari Selasa, OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2022 sebesar 480 ribu bph menjadi 3,67 juta bph. Pemangkasan tersebut dilakukan setelah OPEC merevisi angka perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun 2022 dari 4,2% menjadi 3,9%, yang dipicu oleh konflik Ukraina serta penguncian kembali di Tiongkok akibat Covid.

Dari sisi pasokan dilaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir 8 April melonjak naik sebesar 7,76 juta barel, yang sekaligus merupakan kenaikan terbesar yang terlihat sejak awal Maret tahun lalu, ungkap data dari grup industri American Petroleum Institute (API). Meski demikian, stok bensin dilaporkan turun sebesar 5,05 juta barel. Untuk angka resmi dari pemerintah akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 110 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 95 per barel,” tulis tim riset ICDX dalam risetnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN