Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi minyak 
Sumber: Antara

ilustrasi minyak Sumber: Antara

Minyak Turun Tipis di Sesi Asia, Pasar Timbang Sinyal Pasokan Beragam

Kamis, 14 April 2022 | 10:27 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id - Minyak berjangka turun tipis di perdagangan Asia pada Kamis pagi (14/4/2022). Setelah naik tajam pada paruh pertama minggu ini, karena para pedagang mempertimbangkan peningkatan yang lebih besar dari perkiraan dalam stok minyak AS terhadap pengetatan pasokan global.

Dikutip dari Antara, Brent berjangka turun 38 sen atau 0,35%, menjadi diperdagangkan di US$ 108,38 per barel, dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 58 sen atau 0,56%, menjadi diperdagangkan di US$ 10,65 per barel pada pukul 00.46 GMT.

Baca juga: Minyak Melonjak walau Ada Peningkatan Persediaan Minyak Mentah AS

Kedua kontrak pada Rabu (13/4/2022) mengabaikan peningkatan besar dalam persediaan minyak mentah AS menjadi mengakhiri sesi perdagangan sekitar 4% lebih tinggi. Lonjakan harga terjadi karena kekhawatiran akan lebih banyak gangguan pada pasokan global terus mengguncang pasar.

Badan Energi Internasional pada Rabu (13/4/2022) memperingatkan bahwa mulai Mei dan seterusnya sekitar 3 juta barel per hari minyak Rusia dapat ditutup karena sanksi atau embargo sukarela.

Pada saat yang sama, perusahaan perdagangan global utama juga berencana untuk membatasi pembelian minyak mentah dan bahan bakar dari perusahaan minyak yang dikendalikan negara Rusia mulai Mei, Reuters melaporkan pada Rabu (13/4/2022).

Baca juga:IEA Turunkan Prospek Permintaan Minyak Dunia, Terkait Penguncian Tiongkok

Terlepas dari sinyal bahwa gangguan pasokan global akan berlanjut, stok minyak di AS naik lebih dari 9 juta barel pekan lalu, Badani Informasi Energi AS mengatakan pada Rabu (13/4/2022), sebagian didorong oleh rilis dari cadangan strategis negara itu. Analis dalam jajak pendapat Reuters telah mengantisipasi hanya meningkat 863 ribu barel.

Stok bensin AS turun 3,6 juta barel pekan lalu, jauh di atas level yang diantisipasi, dan persediaan sulingan juga menurun.

"Harga minyak terlihat sangat nyaman di atas level US$ 100 karena permintaan AS dan Tiongkok tampaknya menuju ke arah yang benar," tulis Edward Moya, analis senior OANDA.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN