Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi proyek PT PP Presisi Tbk (PPRE). Foto: Perseroan.

Ilustrasi proyek PT PP Presisi Tbk (PPRE). Foto: Perseroan.

PP Presisi Tetapkan Dividen Rp 7,7 Miliar

Rabu, 20 April 2022 | 17:38 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id -  PT PP Presisi Tbk (PPRE) menetapkan dividen tahun buku 2022 senilai Rp 7,7 miliar atau Rp 0,76 per saham. Dividen tersebut merefleksikan rasio 10% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 77 miliar.

Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso mengatakan, pembagian dividen tersebut sebagai komitmen untuk meningkatkan shareholders value, meski jumlah dividen yang dibagikan tahun turun, dibandingkan dengan tahun buku 2022 .

Baca juga: Kuartal I-2022, PP Presisi (PPRE) Genggam Kontrak Baru Rp 1 Triliun

“Dividen dibagikan setelah dipotong sebesar 5% atau sebesar Rp3,5 miliar sebagai cadangan wajib, sejumlah Rp 59,4 miliar atau sebesar 85% dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan yang diperlukan di tengah krisis pandemic Covid-19 ini,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (20/4).

Dividen tersebut telah ditputuskan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (20/4/2022).

Selain pembagian dividen, RUPS menyetujui perubahan susunan dewan komisaris dan direksi perseroan. Dengan demikian, Komisaris Utama PP Presisi Yul Ari Pramuraharjo, Komisaris Albert SM Simangunsong, Komisaris Independen Indra Jaya Rajagukguk, Komisaris Independen Nur Rochmad.

Sedangkan Direktur Utama Rully Noviandar, Direktur Perencanaan Bisnis & HCM Rebimun, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Legal : Mohammad Arif Iswahyudi dan Direktur Operasi Muhammad Darwis Hamzah.

Lini Bisnis Baru

Rully Noviandar mengatakan, berkat strategi sustainability growth, perseroan berhasil menghadapi tantangan pandemi covid 19 dan mengoptimalkan pendapatan melalui lini bisnis baru, yaitu pertambangan nikel, menerapkan strategi partnership terkait pengadaan alat berat dan sparepart, optimalisasi occupancy alat berat serta penerapan cost leadership yang baik.

Baca juga:PP Presisi (PPRE) Nyatakan Akan Sigap Tangani Kecelakaan Kerja Proyek Tol Cinere–Jagorawi Seksi 3

“Pengembangan jasa pertambangan merupakan bagian strategi kami untuk mendapatkan recurring income dengan pendapatan kontrak untuk jangka waktu panjang serta meningkatkan competitiveness maupun positioning Perseroan sebagai main contractor pada konstruksi dan jasa pertambangan,” ujar Rully.

Sebelumnya, hingga kuartal I-2022, PP Presisi meraih kenaikan kontrak baru sebesar 26% menjadi Rp 1 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak Rp 813,2 miliar. Bahkan, raihan tersebut lebih tinggi 8% dari target RKAP 2022 senilai Rp 946 miliar.

Rully mengatakan, peningkatan signifikan perolehan kontrak baru berasal dari penambahan kontrak baru pada Maret 2022 sebesar Rp 444,1 miliar yang terdiri atas mining development proyek Weda Bay senilai Rp 222,5 miliar, revitalisasi bandara Halim Rp 46,7 miliar, KA Sumut Binjai Rp 85,8 miliar, dan entitas anak PT LMA pada proyek Basic Engineering Design Road Hauling Rp 72,6 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com