Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi harga minyak
Sumber: Antara

Ilustrasi harga minyak Sumber: Antara

Minyak Terkerek Didukung Sejumlah Sentimen Positif

Kamis, 21 April 2022 | 12:35 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tim riset ICDX menyebut, harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung sejumlah sentimen positif antara lain laporan stok dari EIA, penurunan produksi minyak Libya serta harapan pemulihan permintaan di Tiongkok. Meski demikian, rencana Jerman untuk berhenti mengimpor minyak Rusia mulai akhir tahun, membatasi pergerakan minyak lebih lanjut.

Dalam laporan yang dirilis Rabu malam, badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah dalam sepekan turun sebesar 8,02 juta barel, diluar dugaan sebelumnya yang memperkirakan stok akan naik sebesar 2,47 juta barel. Untuk stok bensin juga mengalami penurunan sebesar 761 ribu barel, namun penurunan tersebut lebih rendah dari perkiraan yaitu turun sebesar 976 ribu barel.

Baca juga:Harga Minyak Dipicu Mixed Dipicu Sentimen Berikut   

“Laporan EIA tersebut mengindikasikan sinyal positif permintaan energi di AS,” tulis tim riset ICDX dalam risetnya, Kamis (21/4/2022).

Turut mendukung pergerakan harga minyak, Libya melaporkan kehilangan lebih dari 550 ribu bph produksi minyaknya akibat blokade di ladang minyak utama dan terminal ekspor, ungkap perusahaan minyak negara National Oil Corporation (NOC) pada hari Rabu.

Dari Tiongkok, harapan pemulihan prospek permintaan di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu semakin meningkat pasca pejabat kesehatan Shanghai Wu Qianyu melaporkan situasi epidemi kota dalam beberapa hari terakhir telah menunjukkan penurunan. Wu juga menambahkan tidak ada infeksi Covid-19 baru di luar area karantina di dua distrik pada hari Rabu.

Baca juga:Minyak Naik saat UE Kemungkinan Secara Bertahap Larang Impor Minyak Rusia

Sementara itu, Jerman berencana mengakhiri impor minyak dari Rusia pada akhir tahun, ungkap Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock setelah pertemuan dengan rekan-rekan Baltiknya pada hari Rabu. Baerbock juga menegaskan bahwa Jerman berniat untuk berhenti mengimpor energi Rusia sepenuhnya.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 110 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 95 per barel,” tambah tim riset ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN