Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Ist

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Ist

Alasan di Balik Rekomendasi ‘Mulai Beli’ Saham GOTO

Selasa, 26 April 2022 | 15:53 WIB
Ghafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Kinerja PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diuntungkan dengan ekosistem digital raksasa yang telah terbentuk. Dengan skala bisnis yang luas dan kuat, hal itu akan menopang akselerasi pertumbuhan kinerja GoTo ke depannya.

Saat ini, ekosistem GoTo menampung sebanyak 55 juta pengguna yang bertransaksi tahunan, 14 juta pedagang, dan 2,5 juta mitra pengemudi. Start-up Indonesia berstatus decacorn yang melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada Maret 2022 ini diproyeksikan mampu berkontribusi hingga 30% terhadap total nilai transaksi bruto Indonesia pada 2025.

Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis, peluang itu datang sejalan dengan dua ekosistem dari kedua perusahaan yang sangat besar, mulai dari jaringan platform yang luas hingga sistem pembayaran digital bernama Gopay yang menjadi pilar utama dalam menangkap potensi bisnis dari pasar fintech. “Aksi merger juga akan menggaet para pelanggan dari Tokopedia yang sebelumnya menggunakan sistem pembayaran melalui Grab-OVO,” jelas dia dalam risetnya.

Baca juga: Autopedia (ASLC) Masuk Ekosistem GoTo

Lebih lanjut Niko mengungkapkan, potensi peningkatan kontribusi nilai transaksi bruto hingga 30% didukung dengan kenaikan penggunaan aplikasi Gojek pasca-pandemi. Selain itu, kelemahan penetrasi pasar fintech yang dialami oleh Gojek dapat diatasi dengan jangkauan konsumen dari Tokopedia.

Dengan demikian, Gojek dapat memanfaatkan peluang ini dan meningkatkan transaksi sektor pengantaran makanan dan cloud kitchens. “Jangkauan dari Tokopedia sudah hadir di 17 ribu pulau dan akan menjadi katalis positif bagi bisnis logistik Gojek,” ujar dia.

Selain dari pertumbuhan nilai transaksi bruto, menurut Niko, profitabilitas GoTo akan berasal dari potensi biaya promosi yang lebih rendah karena program promosi dapat dilakukan secara bersama atau kesatuan pada tiga segmen bisnisnya, yakni platform pembayaran, e-commerce, dan pengiriman. Gojek diketahui memiliki pangsa pasar lebih dari 50% yang diharapkan dapat menghasilkan Earning Before Interest and Tax (EBIT) yang positif pada 2023.

Baca juga: GOTO Matangkan Persiapan IPO di Luar Negeri

“Dengan basis pengguna yang solid, ditambah pilar e-commerce dan fintech itu nanti membuat pangsa pasar dari GoTo semakin kuat,” kata dia.

GoTo juga terikat dengan berbagai pemegang saham dari perusahaan teknologi kelas kakap seperti Alibaba, Alfabet, Tencent, dan Microsoft. Menurut Niko, hal ini memastikan GoTo akan tetap menjadi yang terdepan dalam tren teknologi, termasuk adopsi teknologi blockchain, metaverse, dan mata uang digital. Platform GoTo yang sangat umum, luas, dan kolaboratif dapat berkembang menjadi aliran pendapatan baru yang dapat dicapai dengan menggunakan infrastruktur yang telah tersedia dan mempercepat jalan menuju profitabilitas.

Dalam memberikan valuasi, Niko menggunakan kelipatan P/GMV untuk mengevaluasi GoTo sebagai perusahaan yang berfokus untuk menghasilkan GTV dari tiga pilar bisnis terpisah. BRI Danareksa Sekuritas menetapkan kelipatan P/GMV sebesar 0,8 kali untuk segmen bisnis sesuai permintaan dan e-commerce untuk GMV 2021-25, sementara 0,30 kali untuk fintech GTV.

“Dengan demikian, kami merekomendasikan initiate buy dengan target harga Rp 400 dari sebelumnya Rp 338,” ungkap dia.

Tarik Investor

Sementara itu, pada riset yang ditulis oleh MNC Sekuritas, GoTo dinilai menjadi perusahaan start-up paling berharga dan ekosistem digital terbesar di Indonesia. Ekosistem GoTo terdiri atas layanan transportasi sesuai permintaan, e-commerce, pengiriman makanan dan bahan makanan, logistik dan pemenuhan, serta layanan keuangan dan pembayaran melalui Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial platform.

Baca juga: Ditanya Kemungkinan Kerja Sama Adaro (ADRO) dan GOTO, Begini Jawaban Boy Thohir

Selanjutnya, jaringan GoTo juga akan mencakup GoTransit, sepeda Electric Vehicle (EV), GoShuttle, GoCorp, Platform AdTech, dan alat yang lebih tangguh, sehingga membuat bisnis GoTo menarik bagi investor.

Dalam riset bersama, analis MNC Sekuritas Tirta Widi, Andrew Sebastian, dan Herditya Wicaksana mengungkapkan, fokus bisnis GoTo pada layanan permintaan, e-commerce dan fintech membuka kemungkinan monetisasi yang besar. Setelah konsolidasi Tokopedia sebagai cabang e-commerce, GoTo GTV terbukti mampu bertumbuh 34,9% pada tahun 2021 menjadi Rp 324,9 triliun.

Baca juga: Ekosistem Unik dan Dominan, Mandiri Sekuritas Targetkan Harga Saham GOTO Rp 440

Segmen e-commerce sebagai kontributor terbesar menyumbang 51,6% dari total GTV atau naik 48,7% diikuti oleh segmen fintech berkontribusi 43,7% total GTV dan juga mencatat pertumbuhan 76,6%. Kemudian, pendapatan kotor GoTo meningkat +38,5% menjadi Rp 11,8 triliun di September 2021 didukung oleh transaksi e-commerce yang jauh lebih tinggi.

“Integrasi ekosistem dan monetisasi serta efisiensi operasional adalah strategi utama untuk membangun profitabilitas. Inovasi dan memperkuat posisi di pasar karena pesaing menjadi lebih agresif dalam membangun ekosistem digital mereka,” tulis MNC Sekuritas.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com