Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi Minyak. 
Sumber: Antara

ilustrasi Minyak. Sumber: Antara

Ekonomi Tiongkok Bergerak Lesu, Harga Minyak Ikut Meredup

Selasa, 10 Mei 2022 | 10:59 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tim riset ICDX menyebut, harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak lesu dibebani oleh kekhawatiran akan melemahnya permintaan dari Tiongkok pasca rilisnya data ekonomi terbaru dari negara importir minyak terbesar pertama dunia tersebut. Fokus pasar juga tertuju pada kelanjutan rencana sanksi ekonomi lebih lanjut dari UE terhadap Rusia yang akan diputuskan minggu ini.

Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok pada hari Senin menunjukkan impor minyak mentah oleh negara importir minyak terbesar pertama dunia itu sepanjang empat bulan pertama tahun ini mencapai 170.89 juta ton (sekitar 10.4 juta bph) atau turun 4.8% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Namun, untuk impor April naik hampir 7% dibanding bulan yang sama tahun lalu, sekaligus merupakan kenaikan pertama dalam tiga bulan. Sementara dari sisi ekspor, produk minyak olahan turun 44% menjadi 3.82 juta ton pada bulan April dan turun 38% untuk periode empat bulan pertama tahun ini.

Baca juga: Minyak Jatuh 6% Tertekan Lockdown di Tiongkok

Secara keseluruhan, Tim riset ICDX menyebut, pertumbuhan ekspor Tiongkok bulan April melambat menjadi satu digit, terlemah dalam hampir dua tahun, sementara impor hampir tidak berubah karena pembatasan Covid-19 yang lebih ketat dan lebih luas menghentikan produksi pabrik dan menghambat permintaan domestik, menambah potensi ancaman resesi ekonomi global.

Kota pusat keuangan Tiongkok, Shanghai yang saat ini masih dalam penguncian melaporkan penurunan baik untuk jumlah kasus baru maupun angka kematian akibat Covid. Sementara di ibu kota Beijing dilaporkan kasus baru bergejala pada 9 Mei mencapai 61 kasus atau naik dari 33 kasus sehari sebelumnya.

Sementara itu, ditengah berlangsungnya pertemuan Komisi Uni Eropa (UE) untuk memutuskan rencana embargo bertahap pada minyak Rusia, para pejabat Jerman dikabarkan diam-diam sedang mempersiapkan rencana darurat untuk menghadapi penghentian mendadak pasokan gas Rusia, seperti yang terjadi pada Polandia dan Bulgaria bulan lalu, ungkap tiga sumber pada hari Senin.

Baca juga: Pasar Hindari Risiko, Dolar AS Sentuh Level Tertinggi 20 Tahun

“Meskipun sejauh ini belum ada sinyal arah keputusan yang akan diambil oleh anggota UE, namun upaya sanksi lebih lanjut terhadap Rusia memicu kekhawatiran akan mendorong beberapa negara UE ke dalam kesulitan ekonomi, termasuk Jerman yang merupakan ekonomi terbesar di UE yang 55% pasokan gas nya berasal dari Rusia,” tulis tim riset ICDX dalam risetnya, Selasa (10/5/2022).

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin memerintahkan pembentukan kelompok kerja pembayaran internasional yang tugasnya akan mencakup mencari ketentuan untuk transaksi dengan negara-negara yang dianggap tidak bersahabat termasuk AS, Kanada, Inggris, dan negara-negara anggota UE. Dalam skema yang disebutkan Putin pada bulan Maret, negara-negara tidak bersahabat diwajibkan untuk membuka rekening di Gazprombank dan melakukan pembayaran dalam euro atau dolar, untuk dikonversi ke mata uang Rusia.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 110 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 95 per barel,” tutup tim riset ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com