Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kripto. (Pixabay)

Kripto. (Pixabay)

Usai Tragedi UST dan LUNA, Masih Amankan Stablecoin Dikoleksi? 

Sabtu, 14 Mei 2022 | 13:37 WIB
Majalah Investor (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Keruntuhan nilai aset kripto TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) yang jadi atensi sepekan terakhir adalah tragedi. Harga kedua aset kripto tersebut sangat tidak stabil.  Harga LUNA bahkan rontok hingga 99% hanya dalam hitungan hari.

Faktanya, LUNA  sempat jadi primadona investor dan sempat menggapai  harga tertinggi sepanjang masa. Berdasarkan situs CoinMarketCap, pada Jumat (13/5) pukul 14.00 WIB, LUNA diperdagangkan pada $ 0,00005687 dengan market cap sebesar $ 557 juta anjok 63%. Sebelumnya, LUNA telah capai harga tertinggi sepanjang masa pada Selasa (5/4) sebesar $ 119,18 per koin atau setara Rp 1,73 juta, pada saat itu kapitalisasi pasarnya mencapai $ 40 miliar.

Menurut Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, penurunan harga LUNA ini sangat dipengaruhi oleh faktor berkurangnya nilai dari stablecoin asli jaringan Terra, UST. Stablecoin UST turun ke level $ 0,22 pada perdagangan Jumat (13/5) yang merupakan terendah sepanjang masa. Melihat hal ini apakah stablecoin masih aset kripto teraman untuk investasi saat ini?

Afid Sugiono menambahkan,  mekanisme stablecoin algoritmik memiliki kelemahan sebagai penopang sebagian besar nilai UST. Hal ini menjadikan harga LUNA sangat terpengaruh oleh penurunan UST yang sangat dramatis.

CEO Terralabs, Do Kwon  bahkan mengakui bahwa model stablecoin tersebut hadir dengan beberapa pengorbanan. Faktanya, memang koin sangat terdesentralisasi. Namun, dibandingkan dengan koin seperti Tether, ia menghadapi beberapa masalah stabilitas harga, terutama jika sistemnya berada di bawah tekanan.

"Jika terlalu banyak orang yang mencoba menebus UST sekaligus, "death spiral" hipotetis dapat terjadi dengan token LUNA yang dipasangkan dengannya. Nilai LUNA akan mulai runtuh karena lebih banyak token dicetak untuk memenuhi permintaan pengguna," jelas Afid.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN