Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi Minyak. 
Sumber: Antara

ilustrasi Minyak. Sumber: Antara

Rencana Pembukaan Shanghai Dukung Penguatan Harga Minyak

Selasa, 17 Mei 2022 | 10:19 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tim riset ICDX menyebut, pergerakan harga minyak pagi ini, Selasa (17/5/2022) terpantau masih berada pada tren bullish. Hal ini dipicu oleh sentimen dari rencana pembukaan kembali Shanghai mulai Juni mendatang. Selain itu, sinyal kesepakatan embargo minyak Rusia oleh UE dalam beberapa hari mendatang juga turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut.

Dalam pengumuman resmi yang disampaikan hari Senin, Wakil Walikota Shanghai Zong Ming mengatakan bahwa kota pusat keuangan Tiongkok itu akan dibuka kembali secara bertahap, dengan pembatasan pergerakan sebagian besar tetap berlaku hingga 21 Mei untuk mencegah rebound infeksi, sebelum dicabut atau kembali normal pada 1 Juni nanti. Pernyataan Zong tersebut juga didukung oleh data terbaru dari otoritas kesehatan yang melaporkan penurunan signifikan kasus infeksi lokal tanpa gejala untuk 16 Mei menjadi 746 kasus, dari 869 kasus sehari sebelumnya.

Baca juga: Biden Umumkan Rencana Baru Tambah Perumahan AS untuk Turunkan Inflasi

“Berita tersebut sekaligus memicu optimisme pemulihan permintaan dari negara importir minyak terbesar pertama dunia itu,” tulis tim riset ICDX dalam risetnya, Selasa (17/5/2022).

Turut mendukung pergerakan harga minyak, Austria mengharapkan Uni Eropa (UE) untuk menyetujui embargo minyak Rusia dalam beberapa hari mendatang, ungkap Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg pada hari Senin. Kesepakatan embargo terhadap minyak Rusia yang rencananya akan dilakukan secara bertahap tersebut juga didukung oleh pernyataan dari Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock yang mengatakan blok itu akan membutuhkan beberapa hari lagi untuk mencapai kesepakatan. Beberapa diplomat meyakini embargo akan mulai dilakukan pada saat KTT 30 - 31 Mei, mungkin selama enam bulan, dengan masa transisi yang lebih lama untuk Hongaria, Slovakia dan Republik Ceko.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Rp 7.000 ke Rp 974.000 Per Gram

Sementara itu, maskapai penerbangan nasional Yaman pada hari Senin mengoperasikan penerbangan komersial pertamanya dari ibu kota Sanaa sejak berhenti beroperasi pada 2016 lalu, yang sekaligus meningkatkan harapan gencatan senjata di wilayah Timur Tengah yang telah berlangsung sejak tahun 2015.

Dari sisi produksi, badan statistik pemerintah AS Energy Information Administration (EIA) pada hari Senin merilis laporan yang menunjukkan produksi minyak di Permian di Texas dan New Mexico, cekungan minyak serpih terbesar AS, berpotensi naik sebesar 88 ribu bph ke rekor 5,22 juta bph pada Juni.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 120 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 110 per barel,” tambah tim riset ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN