Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT MNC Energy Investments Tbk. Foto: Perseroan

PT MNC Energy Investments Tbk. Foto: Perseroan

Tok, Pemegang Saham Beri Restu MNC Energy (IATA) Rights Issue

Rabu, 18 Mei 2022 | 12:46 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) telah disetujui oleh pemegang saham.

“Pada hari ini, IATA mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya sejumlah 14.840.555.748 saham seri B, yang disertai dengan penerbitan sebanyak-banyaknya 2.968.111.149 waran seri I,” terang perseroan dalam keterangan resmi, Rabu (18/5/2022).

Baca juga: Tenang, MNC Energy (IATA) Tetap akan Gelar Private Placement

Adapun HMETD ini dilakukan untuk menyelesaikan hak tagih PT MNC Investama Tbk (BHIT) terhadap perseroan berdasarkan surat sanggup yang diterbitkan oleh perseroan dalam rangka pengambilalihan PT Bhakti Coal Resources (BCR).

Selain untuk penyelesaian pembelian BCR, dana dari hasil HMETD akan digunakan untuk modal kerja untuk peningkatan produksi batu bara dan ekspansi di sektor energi.

Seperti yang telah diketahui, IATA telah mengakusisi 99,33% saham BCR, yakni pemilik sembilan izin usaha pertambangan (IUP) perusahaan batu bara yang memiliki wilayah kerja di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.

Dalam keterangan resminya juga dijelaskan bahwa upaya pengembangan bisnis IATA dan anak-anak perusahaannya masih terus dilakukan. Secara organik, BCR tetap fokus untuk meningkatkan produksi pada IUP yang telah beroperasi dan memulai produksi di IUP baru.

Baca juga: Saat Harga Sahamnya Lagi Naik, Dua Direktur Unilever (UNVR) Malah Mundur

Hal ini dilakukan semaksimal mungkin memanfaatkan momentum harga batu bara yang masih sangat tinggi.

Secara inorganik, IATA giat mengejar peluang akuisisi tambang baru baik batu bara maupun mineral lainnya, seperti emas dan nikel serta menakar prospek lain yang berkaitan dengan energi terbarukan.

Selain itu, IATA terus berevolusi guna meningkatkan sinergi dan efektifitas di semua lini bisnis. Perseroan berencana untuk terjun di usaha kontraktor, logistik dan transportasi, trading, dan lain sebagainya.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN