Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(Dok. PGN)

(Dok. PGN)

Saham-saham Berfundamental Kuat Jadi Target, Cermati PGAS dan UNVR

Jumat, 20 Mei 2022 | 22:05 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Saham-saham dengan fundamental kuat kembali menjadi target investasi pelaku pasar. Pertumbuhan ekonomi 5,1% pada kuartal I-2022 menciptakan keyakinan baru bahwa sektor-sektor strategis seperti energi, konsumer, dan bank akan kembali bergerak lebih cepat.

Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta mengatakan, ketika pandemi Covid-19 terjadi pada 2020, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun signifikan akibat koreksi yang terjadi pada banyak saham termasuk emiten unggulan. “Saat ini masih banyak investor yang memanfaatkan penurunan tersebut untuk buy on weaknesss,” ungkapnya.

Baca juga: Ekonomi Pulih, IHSG Diprediksi Tembus 7.400-7.600 Akhir 2022

Nafan menambahkan, kesuksesan pemerintah dalam mengelola pandemi Covid-19 makin meningkatkan keyakinan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Peningkatan vaksinasi dan pemulihan ekonomi membuat IHSG perlahan naik, dibarengi dengan kinerja pergerakan saham berkapitalisasi besar terutama dari emiten LQ45.

Pemulihan ekonomi selanjutnya mendorong kinerja perusahaan-perusahaan dengan fundamental kuat menjadi makin positif. “Momentum ini kemudian dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder,” ujar Nafan.

Menurut dia, perusahaan energi seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN kembali menunjukkan kinerja yang positif. Begitu juga di sektor barang konsumsi. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang sempat tertekan, kemudian bangkit dan menjadi target investor.

Baca juga: 2023, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,3% hingga 5,9%

Sejalan dengan itu, lanjut Nafan, membaiknya ekonomi makro turut mendukung kinerja saham-saham berfundamental kuat. Terutama, neraca dagang Indonesia yang realisasinya lebih positif di atas prediksi pasar karena didukung tingginya harga komoditas. Industri juga masih tumbuh tercermin dari indeks pembelian industri (Purchasing Manager Index/PMI), serta Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih optimistis.

“Pemulihan ekonomi Indonesia akan terus jadi katalis positif bagi saham-saham dengan fundamental kuat. Terutama, bagi emiten yang memiliki kinerja dan rekam jejak GCG yang baik,” tuturnya.

Sementara itu, dalam keterbukaan informasi PGAS, pada kuartal I 2022, PGAS mencatatkan laba bersih senilai US$ 118,5 juta atau setara Rp 1,7 triliun. Laba tersebut melesat 92,68% dibandingkan US$ 61,5 juta pada kuartal I-2021.

Kenaikan laba bersih sejalan dengan pertumbuhan pendapatan PGAS yang mencapai US$ 836,9 juta pada kuartal I-2022. Terjadi kenaikan sebesar 14,15% dibandingkan US$ 733,15 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Begitu juga UNVR yang penjualan bersihnya naik 5,8% menjadi Rp 10,8 triliun pada kuartal I-2022. Laba bersih perusahaan barang konsumsi ini juga tercatat positif dengan kenaikan mencapai 19% menjadi sebesar Rp 2 triliun pada kuartal I-2022.

Baca juga: Transaksi Berjalan Surplus US$ 0,2 Miliar pada Kuartal I-2022

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, mayoritas generasi muda cenderung memilih saham-saham dengan fundamental positif. Tahun lalu, generasi muda mendominasi penambahan jumlah investor baru.

“Anak muda makin cerdas dalam menentukan investasinya, termasuk investasi di pasar modal. Sektor industri yang sahamnya banyak dimiliki oleh anak muda rata-rata memiliki nilai kapitalisasi besar, sehingga faktor fundamental menjadi pertimbangan anak muda dalam menentukan saham pilihannya,” ujarnya, saat pengumuman jumlah investor pasar modal Indonesia, belum lama ini.

Hingga akhir kuartal I-2022, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 8,3 juta atau meningkat 12,13% dari posisi akhir 2021.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN