Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BRI di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BRI di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ekonomi Pulih, Saham Bank Kakap Lebih Menarik dibanding Bank Digital

Jumat, 20 Mei 2022 | 23:24 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Saham bank bermodal kakap alias BUKU 4, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dinilai lebih menarik dikoleksi dibandingkan bank digital di tengah tren pemulihan ekonomi.

Alasannya jelas, valuasi bank kakap jauh lebih murah dari bank digital. Di luar itu, kinerja empat bank gede terbukti naik tajam kuartal I tahun ini dan ditaksir terus berlanjut hingga akhir 2022.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menegaskan, pemulihan ekonomi pasca-Covid 19 dan booming harga komoditas akan mendorong performa sektor perbankan Tanah Air. Sejauh ini, berbagai indikator ekonomi memperlihatkan pemulihan.

Baca juga: 2023, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,3% hingga 5,9%

Contohnya, berdasarkan data S&P Global, PMI Indonesia mencapai 51,9 pada April 2022, naik dari  51,3 pada bulan sebelumnya. Produksi manufaktur dan permintaan baru naik didorong oleh kondisi perekonomian di Indonesia telah bangkit.

Di sisi lain, dia menegaskan, Indonesia menikmati keuntungan booming harga komoditas, karena memiliki berbagai sumber daya alam. Hal ini yang membedakan Indonesia dengan ekonomi global yang kini terancam stagflasi.

Sejalan dengan itu, dia menerangkan, berbagai lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5% tahun ini, lebih ditinggi dibanding proyeksi ekonomi global 3%.

Nafan menilai, saat terjadi ekspansi ekonomi, kebutuhan likuiditas akan meningkat, yang akan berdampak positif bagi perbankan, terutama bank besar. Ini membuat saham mereka bisa diakumulasi.

Baca juga: The Fed Naikkan 50 Bps, BI Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 75 Bps 

Dia menganggap saham sektor perbankan BUKU 4 menarik untuk dikoleksi. Alasannya dibanding berbagai bank digital, price to book value (PBV) bank raksasa masih jauh lebih kecil.

Di antara berbagai bank besar di Indonesia, Nafan merekomendasikan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menarik untuk dikoleksi sahamnya. "Pertumbuhan tinggi BRI pasti akan berlanjut. Valuasi saham pasti akan semakin terapresiasi," katal Nafan, Jumat (20/5/2022).

Nafan menegaskan, BBRI akan mendapatkan efek domino baik dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan maupun dari booming harga komoditas.

Berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menurut dia, kinerja BRI tahun ini akan jauh lebih baik sebelumnya. Hal tersebut tercermin pada keberhasilan BBRI yang tidak hanya berhasil merestrukturisasi dan menyelamatkan UMKM Indonesia, tetapi juga mampu untuk bertumbuh pesat di tengah pandemi.

"Waktu pandemi, nasabah butuh restrukturisasi. Kasihan mereka, karena pinjaman digunakan untuk menjalankan usaha, sehingga harus didukung. Sekarang, Indonesia mengalami pemulihan ekonomi, sehingga sektor UMKM bisa semakin optimal," kata dia.

Baca juga: BRI (BBRI) Yakin Kredit Tahun Ini Bisa Tumbuh 9%-11%

Selain fundamental yang kuat, dia menilai BRI memiliki kebijakan strategis yang menjadi pemanis bagi investor, yaitu resminya PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian menjadi anak usaha perseroan. "PNM dan Pegadaian akan memberikan booster pada pendapatan BRI," tegas dia.

Secara keseluruhan Nafan optimistis kredit BRI akan bertumbuh, dibarengi perbaikan kualitas kredit, penurunan non-performing loan (NPL), dan laba bersih meningkat. "Top line, botom line, dan net income BRI akan progresif. Target harga saham BBRI jangka panjang Rp 9.575," kata dia.

Seperti diketahui, laba bersih BRI melesat 78,13% kuartal I-2022 menjadi Rp 12,22 triliun. Tahun ini, BRI menargetkan keuntungan Rp 45 triliun.

Baca juga: Kinerja Lampaui Estimasi, Begini Rekomendasi Saham BRI (BBRI)

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, BRI terus menorehkan prestasi tingkat dunia. BRI dinobatkan menjadi perusahaan publik terbesar di Indonesia dalam pemeringkatan Forbes 2022 Global 2000 World’s Largest Public Companies in Indonesia. Adapun secara internasional, BRI menempati ranking 349 dunia atau naik peringkat dari urutan 362 pada tahun lalu Bank yang dipimpin Sunarso masuk ke dalam daftar World Best Banks 2022 versi Forbes.

Mengutip laman resmi Forbes, terdapat enam perusahaan publik di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut, dan BRI menempati peringkat tertinggi. Ini menjadikan BRI menempati posisi tertinggi delapan tahun berturut-turut.

Daftar Global 2000: The World’s Largest Public Companies bersumber dari sistem FactSet Research yang melakukan seleksi terhadap 2.000 perusahaan publik terbesar di dunia dalam empat aspek penjualan, laba bersih, aset, dan nilai pasar.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN