Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

GIC Kurangi Kepemilikan Saham di Bank Jago (ARTO) Saat Harga Turun, Ada Apa?

Selasa, 24 Mei 2022 | 17:26 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Dana abadi atau Sovereign Wealth Fund asal Singapura GIC Private Limited mengurangi kepemilikan saham di PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan menjual sebanyak 2,07 juta sahamnya. Saham tersebut dilepas ke pasar kemarin.

Baca juga: Setor Rp 1,4 Triliun, GIC Singapura Tambah Kepemilikan Saham di Bukalapak

Penjualan tersebut dilakukan saat harga saham ARTO anjlok sepanjang tahun ini. Berdasarkan data, harga saham ARTO telah merosot sebanyak 32% sepanjang Mei 2022 dari Rp 11.650 menjadi Rp 7.900 pada penutupan, Selasa (24/5). Sedangkan year to date (ytd) saham ARTO telah turun 50,6% dari Rp 16.000 menjadi Rp 7.900.

GIC melalui penguman resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/5), disebutkan bahwa dengan penjualan tersebut, kepemilikan saham GIC di Bank Jago berkurang dari 1.27.260.418 menjadi 1.276.184.518 saham. Persentasi kepemillikan juga berkurang dari 9,23% menjadi 9,21%.

Hingga akhir April 2022, PT Mefamofosis bertindak sebagai pemegang 29,806% saham ARTO. Sisanya dikuasai Walet Track Technologi sebanyak 11,686% saham, PT Domper Karya Anak sebanyak 21,404%, dan GIC Private Ltd 9,23% saham.

Sebelumnya, GIC masuk menjadi pemegang saham Bank Jago melalui skema Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II atau rights issue pada Februari 2021. Saat itu, perseroan mergoh kocek sekitar Rp 3,15 triliun untuk mengeksekusi HMETD sebanyak 1,19 miliar unit.

 


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN